OL (23)

1359 Words

Mobil Rose memasuki sebuah komplek perumahan. Mata Molly melilau sambil memberikan intruksi sesuai lokasi yang di kirimkan oleh Shally. Rose tidak begitu fokus, karena dia sedang berbicara via telepon dengan orang tuanya. “Eh, eh itu Shally..” tutur Molly sambil memukul berkali-kali pundak Rose. “Ya, ma. Nanti Rose beliin buat Mama. Bye-bye…” Rose mengakhiri telepon. “Mana, Mol?” tanya Rose setelahnya. “Itu di depan.” Molly mengarahkan telunjuknya pada Shally yang berdiri di depan pagar. “Oh, Iya.” Rose segera melajukan mobilnya lebih cepat. Dari kejauhan Molly terkesima melihat rumah Shally yang begitu mewah, tingkat 3 dengan design yang menakjubkan. “Wah, keren ya rumah Shally. Anak sultan ini.” ucap Molly. Dia tidak bisa diam untuk tidak memuji. Rose dibuat ketawa olehnya. “Bi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD