"Kamu mau datang ke acara reuni itu?" tanya Jena pada sang tunangan, Alvin. Tangannya bergelayut manja di lengan Alvin. Dengan kepala menyandar pada bahu Alvin. "Jelas saja. Sudah lama aku tak bertemu anak-anak Angkasa yang pergi keluar negri. Semoga saja mereka datang," ucap Alvin. Tangannya bergerak mengusap kepala Jena dengan lembut. "Awas saja kalau balikan sama mantan," gerutu Jena. Alvin tertawa kecil mendengarnya. Dengan gemas, dia menjawil hidung Jena. "Ya nggak lah. Kan, kamu calon istriku." Wajah Jena merona merah mendengar rayuan Alvin barusan. Dengan malu-malu, dia memukul d**a Alvin pelan. "Dasar gombal." Wajah Jena merona merah. Dan dia tersenyum senang karena ucapan Alvin. Siang ini, mereka sedang melaksanakan makan siang berdua di sebuah restoran terkenal. Karena hanya

