Dihadapkan oleh rasa kehilangan, lagi, rasanya cukup membuat hati bosan dan gundah. Kalau boleh dihitung dari sejak seorang Dio lahir, berkali-kali sudah ia merasakan itu. Yang paling pilu adalah saat kehilangan seorang nenek penyayang cucu, saat sosok itu masih ada, adalah sebuah kejayaan bagi Dio. Sebentar saja karena di akhir Dio akan lulus dari Sekolah Dasar, sosok itu sudah tak ada, meninggalkan dunia. Mulai dari situ perlahan banyak kehilangan merenggut. Rasa nyaman ketika dikelilingi saudara, rasa bebas bisa melakukan apa yang dimau, rasa dihargai segala keputusan, satu per satu hilang begitu saja. Tak ada yang mau membantunya karena orang penyayang dan disegani ayahnya itu sudah tiada. Selalunya Dio tak punya tempat untuk mengadu selain pada neneknya. Dio pun tak kesusahan merasa k

