Sepulang dari pesta, Divara tersenyum tak henti-henti, dari sana bisa tergambar jelas seberapa banyak ia menyukai seseorang. Dio dan Daniar sepakat, sebisa mungkin memberi mereka ruang, Fathur lebih sering berinteraksi dengannya, semoga saja dengan begitu Fathur menyadari. Daniar juga merasa harus memberi Dio dan Berryl ruang untuk mereka, agaknya mereka sudah menjalin hubungan tapi tidak menampakkan dengan jelas padanya. Kalau waktu itu Dio tidak melewatkan Berryl memberi pasta coklat dan malah memberi pada Daniar yang berada di sebelahnya, mungkin Daniar akan sedikit tenang. Dio tidak becus, malah tidak memperhatikan pasangannya, pikir Daniar. Kemudian Daniar tersenyum lega saat Berryl bilang padanya sedang sakit gigi. Dio menyajikan buah banyak-banyak pada Berryl sampai Berryl kesal d

