Di rumah, Daniar serupa menjadi seorang pelamun. Benar-benar dalam waktu yang sering, kebanyakan melamun di kamar tetapi kadang juga melamun di ruang tamu. Tapi tak ada yang menegurnya, seolah itu adalah hal biasa bagi seorang mahasiswa. Menjelang tahun akhir, beberapa orang memang merasakan ketakutan dan keresahan. Ezra dan Ekra kapok menegur, padahal hanya menegur tapi kakaknya itu emosi bukan main. Bagaimana tidak, Ezra dan Ekra bukannya menegur layaknya orang kebanyakan. Dari belakangnya yang tengah melamun, Daniar dikagetkan oleh suara lengkingan memekakan telinga sekaligus wajah menyebalkan yang ingin sekali Daniar tampol dengan tangannya namun berhasil ditahan. Dibanding menegurnya, Si kembar itu lebih suka mengagetkan orang. Ibunya juga tidak terlalu mempermasalahkan tapi berpesa

