Pengakuan

1418 Words

"Laki-laki dari mana yang kalian sampai melambaikan tangan bersama itu?" "Ya, Niar, teman kampusmu? Bukannya kamu habis jalan-jalan dengan Divara?" "Sepupunya Divara, kan aku sudah cerita, makanya dengar cerita itu jangan setengah-setengah." Tak salah jika Fathur dan Dio keheranan begitu, mereka hanya dengar jika sepupunya Divara serupa laki-laki jomblo akut, itu benar, Divara tak ragu-ragu berkata begitu pada mereka. Di bayangan mereka sosok Verlando adalah laki-laki berkumis yang gila kerja makanya sampai jomblo abadi begitu. Tapi wajahnya juga penampilannya sangatlah modern serupa mahasiswa saja. "Kukira berkumis." "Tak ada kumis Dio, sama sekali. Jerawat pun tak ada." Ketika pembicaraan berlanjut tentang rasa penasaran mereka akan Verlando, Daniar malah memarahinya. Seingatnya,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD