SIXTEEN

1254 Words

"Alenna sudah tidur?" Aku mengangguk lemah dan menyelonjorkan kakiku. Ah, capek sekali. Seharian menghabiskan waktu bersama Alenna dan ibu benar-benar membuat badanku terasa pegal semua. Rasanya tulang-tulang yang menyangga tubuhku remuk. Itu baru secara fisik. Belum lagi secara psikis. Jangan lupakan pertemuanku dengan Alan tadi sore. Ugh! Kehadirannya yang tak terduga itu membuat suasana hatiku menjadi kelabu. Ya, moodku menjadi kacau-balau sehabis bertatap muka dengan Alan, setelah dua tahun aku menghindar darinya. Sepertinya aku sial sekali hari ini. Mengapa aku harus bertemu kembali dengan pria yang telah menjungkir- balikkan kehidupanku? Ini terlalu kejam untukku. Setelah aku mampu melalui semua bencana ini, mengapa aku harus berurusan dengan Alan lagi? This is unfair! Ibu mem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD