Sebelum lanjut membaca, pastikan kalian sudah tap tanda love dan follow akun aku ya :) *** Naya tampak duduk sambil senyum-senyum di kursinya dengan dagu yang diletakkan di kedua tangannya yang bertumpu di atas meja. Pandangan matanya lurus menatap dinding yang kosong. Pastinya pikirannya saat ini juga sedang melayang jauh entah kemana. Naya kemudian meraba bibirnya dengan lembut, lalu dia menyengir seperti kuda saat terbayang kembali ciuman dengan Kenan semalam. “Semalam itu bukan mimpi. Pak Kenan benar-benar menciumku,” gumam Naya dalam lamunannya. Sesaat kemudian Kenan datang dan menyapa Naya di kursinya. “Selamat pagi, Naya.” Menyadari kehadiran Kenan, Naya langsung menegakkan tubuhnya dan membalas sapaannya. “Pagi, Kenan.” “Naya, jangan pernah lupa kalau kita harus profes

