Sebelum lanjut membaca, pastikan kalian sudah tap tanda love dan follow akun aku ya :) *** Perlahan-lahan Naya melangkahkan kakinya mendekat ke meja Kenan. “Pak Kenan …,” panggil Naya lagi. “KELUAR DARI RUANGAN SAYA!” bentak Kenan dengan suara yang lantang sehingga membuat Naya terperanjat hingga ingin meloncat. Kenan mengusirnya keluar, tetapi kaki Naya seperti dipaku oleh sesuatu sehingga membuatnya tidak bisa beranjak kemana pun. Dari tempatnya berdiri sekarang, Naya bisa melihat Kenan yang tampak sangat frustasi. Pria itu menggaruk kasar kepalanya bahkan sampai meremas rambutnya sendiri. Raut wajahnya menunjukkan jika pria tersebut benar-benar menahan amarah agar tidak meledak. “Naya, sebaiknya kamu cepat keluar dari sini. Saya tidak mau melampiaskan amarah saya padamu la

