S2 : 15. Resah

1152 Words

Hanania tiba di rumah setelah membeli makanan siap saji. Cukup berlebihan karena sebelumnya ia tidak pernah selarut ini. Akan tetapi target yang harus ia penuhi membuatnya rela melakukan apa saja. Ia berjanji akan membiayai kuliah Andara dan itu tidak boleh keluar dari kantong Arafan. Suaminya perlu banyak modal untuk mengembangkan bisnis seperti rintisannya dulu. Mobil Arafan sudah terparkir di garasi. Dari luar ia tahu kalau Arafan sudah pulang. Hanania berjalan pelan seraya mengucap salam. “Waalaikumsalam,” sahut Arafan. Ia tengah duduk santai sambil ditemani satu cangkir teh hangat. Hanania mendekat dengan perasaan resah. Ia berjalan pelan-pelan. Biasanya ia akan langsung mengangsurkan tangan tapi tidak untuk kali ini. Makanan cepat saji yang ia bawa ia letakan begitu saja. Arafan t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD