Andara tak langsung kembali ke rumah. Saat ia bilang akan membeli sesuatu untuk Hira sebenarnya ia mencuri pertemuan dengan Dimas di minimarket dekat gang menuju rumahnya. Cukup riskan mengingat ini desanya sendiri. Akan tetapi tak ada cara lain lagi. Dimas duduk di kursi yang disediakan pemilik minimarket. Sengaja menunggu sampai Andara selesai sebelum nantinya kembali ke Jakarta. Ia tahu tak ada lagi yang perlu ia nanti tapi ia masih yakin kalau Andara memiliki rasa yang sama untuknya. "Kapan tanggal pernikahannya?" Andara sudah berada di sampingnya dengan jarak sebuah meja. "Satu bulan lagi, Kak." "Tanggal sudah ada?" Andara mengangguk. Semua sudah disiapkan sedemikian rupa. "Selamat, Ra. Semoga kamu bahagia." Ada getir dari ucapan selamat yang diberikan Dimas. Bukan dirinya yang

