Di Jimbaran Arafan kelimpungan. Setelah gagal mengejar mobil Faruq yang membawa Hira dan Hanania ia semakin frustrasi. Menghubungi nomor istrinya itu menjadi satu-satunya solusi tapi sayang Hanania tak mengangkat sama sekali. "Sial!" desisnya. Arafan menjambak rambutnya sendiri. Merasa bahwa ia payah menghadapi situasi. Tak peduli di sekitarnya ada beberapa pasang mata yang memerhatikan. "Dimas. Pasti Dimas bisa nolong gue." Maka jemari Arafan berpindah mengetuk nomor Dimas seraya menghubunginya namun sama saja. Tidak bisa dihubungi sama sekali. Mata Arafan pun terus fokus menatap layar ponsel dan mendapati satu pesan dari nomor tak dikenal lagi. [Abrisam siuman, Fan. Dia nanyain kamu lagi. Tolong ke sini.] "Arrghhhh!!! Gue harus gimana?" Ponsel itu langsung bergetar. Panggilan da

