Satu minggu setelah kepulangan Hira dari rumah sakit, Hanania mulai memikirkan bagaimana cara agar tetap bekerja yang paling aman. Cidera yang dialami Hira membuat putrinya itu tak bisa mengikuti kegiatan di playgroup seperti biasa. Praktis membuat Hanania perlu memutar otak, terlebih ia masih punya beberapa pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Arafan juga sama. Satu minggu ini, ia bahkan tetap berangkat kerja seperti biasa. Tak ada cuti barang satu hari terlebih timnya sedang fokus membahas teknologi tepat guna yang ia rancang. Arafan mengambil secangkir kopi. Kegiatannya di kantor cukup padat. Membuatnya sedikit kelelahan. “Udah tidur, Hira?” tanya Arafan saat Hanania kembali ke kamar. Ia memang memilih tidak bersantai di ruang televisi. “Udah. Masih harus cek lagi nanti bangun

