S2 : 9. Kantor

1157 Words

Hanania terpaksa menggunakan senjata terakhirnya. Ia tak bisa meningalkan Hira begitu saja sekaligus tak bisa meninggalkan meeting untuk cabang baru Sahabat Belajar. “Maaf ya, Ra. Maaf banget,” ujar Hanania saat adiknya datang. “Iya, Mbak gak apa-apa. Lagian aku juga free hari ini.” “Tapi Mbak gak cuma minta kamu, Ra.” Andara cukup kaget dengan penuturan itu. “Maksudnya, Mbak?” Beli pintu rumah itu pun berbunyi. Segera Hanania membukanya. Betapa terkejutnya Andara karena lagi-lagi harus bertemu dengan sahabat kakak iparnya. “Hai, Han. Hai, Ra,” sapa Dimas seraya mengangkat tangan. Andara pun melotot pada Hanania. “Mbak udah minta maaf. Mbak gak tega kalau cuma kamu sama Hira aja. Jam duabelas paling udah balik, Ra.” “Santai, santai aku nggak gigit, kok, Ra,” celetuk Dimas. Sontak m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD