S2: 35. La Vanya

1181 Words

Sepanjang perjalanan Arafan lebih banyak diam. Ia yang beralih mengemudikan mobil milik Jinan itu tak ingin mencari tahu dulu. Semua harus berdasarkan penjelasan Vanya. Jika nanti saat pihak rumah sakit melakukan pemeriksaan dan ternyata hasilnya sesuai, maka Vanya menjadi orang yang harus bertanggung jawab. Mobil itu berhenti di depan pelataran rumah sakit sesuai dengan instruksi Jinan. “Di UGD,” ujar Jinan. Arafan mengangguk. Ia berlari ke unit tersebut. Begitu sampai di sana, ia menyapukan pandangan dan menangkap sosok Vanya yang terduduk di kursi wali pasien. Segera Arafan menghampiri sahabat sekaligus teman special-nya itu saat menempuh pendidikan tinggi. “Vanya,” pangggil Arafan. Hatinya rapuh menyaksikan kondisi Vanya seperti itu. “Kamu, Fan?” Arafan mengangguk. Ia ikut mendud

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD