S2: 36. Abrisam

1051 Words

Hingga pagi menjelang Arafan tak kunjung pulang. Hanania terkesiap saat ia menyadari telah terlelap. Segera Hanania memeriksa ponsel berharap ada kabar dari Arafan. Namun, tak satu pun panggilan tertera di sana. Hanania mendesah. Apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang dilakukan suaminya itu? Buru-buru ia menggeleng. Hanania bangun dari posisi duduknya. Sofa televisi tidak begitu nyaman untuk melanjutkan tidur yang tak sengaja itu. Namun, matanya terus tertuju pada pintu. Mengapa sekadar memberitahu pun tak bisa? Lagi Hanania menepis pikiran buruk yang ada. Ia putuskan menghubungi nomor Arafan duluan. Namun, justru panggilan dari orang lain tiba-tiba datang. "Ya, Ra. Ada apa?" Mbak Hana baik-baik aja? Tadi Kak Dimas telpon aku. Suara Andara terdengar panik dari panggilan itu. Hana

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD