S2 : 37. Tentangnya

1097 Words

Matahari mulai menggantikan bulan yang perlahan menghilang. Tanpa perlu membuka tirai, sinarnya sudah masuk melalui kisi-kisi kamar hotel tempat Hanania berada. Perempuan itu tak melanjutkan aktivitas tidur setelah panggilannya untuk Arafan justru diangkat oleh seorang perempuan. Pikirannya berkelana, angannya mengudara. Sungguh ia mulai diterpa gulana. Sebuah ketukan menyentaknya. Gegas Hanania berjalan menyambangi pintu utama. Meyakinkan diri kalau itu suaminya. Sedikit merapikan penampilan yang cukup berantakan Hanania membuka pintu itu lebar-lebar. “Kamu, Dim?” Dimas mengangguk. Terpaksa ia harus menemui Hanania. “Aku masuk, ya.” Sedikit ragu Hanania menyetujuinya. Terlebih tidak ada Arafan di sana. Kurang pantas meski mereka bersahabat.                 “Mandat dari Arafan,” ujar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD