Esoknya Clara terbangun dalam rasa sakit di sekujur tubuhnya. Kepalanya pun sangat sakit. Terasa seperti banyak jarum yang menghujam. Semalam beberapa kali ia terbagun karena bermimpi buruk tentang Herman. Jatuhnya Herman ke dalam jurang yang curam, terasa seperti mimpi. Namun setelah membuka mata dan terjeda beberapa menit, Clara tersadar kembali jika apa yang ia kira mimpi itu memang nyata. Semua yang ia impikan itu memang hal nyata, terjadi beberapa jam yang lalu. Ketakutan memburunya. Rasa trauma mulai mencekiknya. Dan karena itu semua, setengah malam yang dilalui Clara tidak bisa dipergunakan untuk beristirahat. Suara ketukan di pintu kamar dan suara khas yang amat dikenal Clara memanggil namanya. Tidak usah menunggu jawaban sahutan dari Clara untuk dipersilahk

