“Masih belum sadar kenapa aku marah?” tanya Astrid sambil memicingkan kedua matanya. Tangannya yang terlipat di depan dadaa sejak tadi semakin rapat. Reno masih diam. Ia ingin bicara, tapi tidak ingin salah satu kalimatnya justru akan membuat Astrid marah. “Masih tidak faham?” tanya Astrid lagi sambil melirik ke arah jam di dinding. Waktu sudah menunjukkan lewat tengah malam. “Aku menunggumu sejak tadi! Kenapa tidak bilang akan pergi mencari Clara? Kenapa tidak menjawab ponselmu?” Reno tersentak. Ia baru ingat ponselnya yang tidak dilihat-lihat sejak tadi. Volume yang diheningkan pasti membuatnya tidak menyadari jika Astrid menelponnya dari tadi. “Kamu menelponku?” “Coba saja kamu lihat sendiri. Berapa kali aku menelponmu,” jawab Astrid sambil menghela nafas panjang.

