Semakin pelik

1262 Words

Kepala Nia terasa pening jika begini. Ia menatap nanar Wildan dan kemudian membalikkan badan lagi. Menjauh. "Apa dia menyuruhmu untuk tidak mengatakan sesuatu?" tanya Heri sambil menggerakkan dagunya menunjuk ke arah Wildan. Seraya dugaannya itu sangat tepat. "Tadi kami membicarakan soal jatuhnya Clara dari tangga," jawab Nia dengan senyum tipis menutupi hati resahnya. "Menurutku, Clara didorong oleh kekasihnya sendiri," kata Heri yang lagi-lagi dugaannya sangat tepat. Nia langsung mengatupkan bibirnya. "Jangan membicarakan hal ini dulu. Membayangkan bagaimana Clara sedang merasa kesakitan saja aku sudah tidak bisa berpikir jernih," jawabnya kemudian. "Walau aku dan Clara tidak memiliki hubungan darah tapi kami sudah seperti kakak dan adik. Jadi musibah yang dialami Clara ini membuat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD