Hari Ini Setahun Yang Lalu

670 Words
Arganta berdiri dibelakang para kru ... merasakan suasana tegang sarat emosi dan kelelahan yang amat nyata dari hampir semua orang. Tatapannya tertuju pada Nayang yang tengah berbisik pelan pada pamannya, dan sejurus kemudian lelaki parobaya itu menyudahi semuanya. Berdua mereka meninggalkan kerumunan dengan wajah murung. “ Arga ....” Nayang berlari ke pelukan lelaki jangkung yang mengembangkan kedua lengan sambil tersenyum, memeluknya erat menuntaskan rindunya ,” Gendong.” Arganta tergelak melepaskan pelukannya dan berbalik menyodorkan punggung pada Nayang yang dengan segera naik ke sana sambil melingkarkan tangan dan menempelkan pipinya di pipi Arganta ,” Paman Dan ....” Dan tertawa sambil geleng kepala, berjalan disamping Arganta menuju pondoknya ,” Baru sampai ?” Dimas menatap ketiganya menjauh ,” Apa Samantha Lambert juga sedekat itu ?” “ Ya .... tapi Sammy lebih kalem, hanya sesekali minta gendong. Biasanya Sammy akan berjalan disisi mereka sambil bergayut di lengan Arga. Haah .... makanya tidak mudah dia dapat kekasih dengan kedua adik yang manja dan posesif.” James tertawa. Dimas tersenyum ,” Bisa dibayangkan. Tapi bukannya Samantha sempat menikah ...” senyumnya menghilang melihat wajah James menggelap. “ Capek ?” James mengalihkan pembicaraan ,” Hari ini ... saat yang istimewa buat mereka bertiga, tapi bukan berarti membahagiakan. Kalian bisa makan malam lalu istirahat. Besok pagi kita mulai lagi.” “ Ya ... Dan jauh lebih pendiam dan murung.” Guman Dimas. Begitupun Nayang ...... “ Apa ada hubungannya dengan kematian Samantha ?” Guman Lyra dan segera membuka ponselnya ,” Ya .... hari ini hari meninggalnya Samantha Lambert, setahun yang lalu.” Ujarnya munjukkan artikel di layar ponselnya. Dalam diam mereka menuju ruang makan. Dimas dan Lody menengak minuman kaleng dan berencana beranjak dari tempatnya ketika tiga sosok itu mendekat dan duduk dihamparan pasir dibawah mereka. Bertatapan dalam diam, keduanya tak tahu harus berbuat apa saat mendengar suara Dan bergetar mengandung tangis. “ Paman gak ingin memaksamu, Nay .... selama ini paman menghargai keputusanmu untuk berada dibalik layar. Tapi, terlepas dari tuntutan schedule ... ini mimpi Sammy, permintaan terakhir Sammy bahwa kamu akan terlibat sepenuhnya dalam cerita ini. Entah ini akan jadi debut pertamamu ... atau ini yang pertama dan terakhir bagimu ....bolehkah paman memintamu sekali ini ? Karena ini akan jadi produksi terakhir paman sebelum berlayar ... Paman akan menghabiskan sisa hidup paman dilaut bersama Orangtuamu, bersama bibimu dan bersama Sammy.” Suara berat itu mengandung tangis, sebelum lelaki itu menjauh dengan langkah berat setelah menepuk bahu Arga dan Nayang. “ Sammyyyyyyyy ..... “ Nayang berdiri dan berteriak histeris, mengalahkan debur ombak yang mulai menjilat ujung kakinya ,” Aku harus bagaimana sekarang ? Kamu curang ..... kamu selalu memasaku ..... Siniiiii, datang kesini biar aku bisa tarik ujung hidungmu.” Isaknya semakin kencang ,” kamu dimana ? kamu bilang bisa selalu ditemui di laut saat banyak bintang .... sekarang bagaimana aku bisa membalas perlakuanmu padaku ..... kamu curang, kamu jahaaat ....” tubuhnya merosot, terpekur di pasir yang basah ,” Masih kurangkah yang kamu lakukan padaku dan Arga ? Apa kamu kira kami sekuat itu ?” Arganta menarik nafas panjang, menengadah ke langit yang bertaburan bintang ,” Sammy ... lihatlah hasil perbuatanmu !” teriaknya lantang ,” Mengapa kamu tidak bilang dulu padaku ? Mengapa harus setelah kamu pergi ? Lihatlah .... aku sendirian melihat gadis pengecut ini. Sekarang hanya aku yang harus menjadi tumpuan ketakutannya yang tidak masuk akal .... Lalu, apa yang harus aku lakukan kalau dia menangis seperti ini ? ini bukan bagianku ..... Bukan aku yang bisa menghentikan tangisnya .... itu keahlianmu Sammmy .... lakukan itu sekarang !” terengah Arga menendang ombak yang menghampirinya. Diangkatnya tubuh Nayang yang sudah basah kuyub, memeluknya erat. Sekarang hanya kita.. aku kan menjagamu ... “ Jangan menangis, aku tidak pandai menghentikannya.” Ditenggelamkannya wajah dirambut lebat itu. Nayang menjauhkan diri ,” Biarkan aku sendiri, Ga ..... Keputusanku akan mengubah hari hariku kedepannya.” Masih terisak, Nayang berlari menyusuri pantai yang gelap dan Arganta berdiri diam ditempatnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD