Dimas dan Lody menghembuskan nafas bersamaan ... masih tercengang dengan adegan dramatis barusan.
“ Maaf ... kami tidak sengaja mendengar dan melihatnya.” Dimas berkata kikuk saat Arganta berjalan kearahnya.
“ Masih ada minuman ?” ditatapnya kaleng minuman di tangan Dimas, menerimanya ,” Andai saja aku bisa mabuk malam ini .... haah tapi itu akan membuat Nayang semakin terluka. Dia trauma melihat minuman beralkohol ... terutama saat saat seperti ini.” Dihempaskannya tubuh di bibir tanggul.
Dimas dan Lody duduk disampingnya.
“ Malam yang berat ?” Lody menyodorkan sekaleng minuman ringan baru.
“ Setahun yang lalu ... aku dan Nayang baru saja menandatangani kontrak project ini. Paman Dan dan Sammy memintaku menemani Nayang mengurus semuanya disini. Malam itu, kami di pantai ini melakukan video call seperti yang biasa kami lakukan saat terpisah.”Arganta menghabiskan satu kaleng dalam satu tegukan dan meremas kalengnya “ Sammy terlihat cantik di ranjang rumah sakitnya, dia bilang terlalu senang. Lalu dia meminta Nayang untuk terlibat penuh dalam cerita ini, bahkan secara khusus dia meminta Nayang mengambil peran Nara. Saat itu seperti biasa Nayang akan mendebatnya dan menyudahi permintaan itu dengan kibasan tangan.”
Dimas menepuk bahu Arganta yang terguncang.
“ Sammy ... kamu keterlaluan “ umpatnya kesal ,” Diujung percakapan dia berpesan apapun yang terjadi jangan menemuinya... dia akan segera dikremasi, dan paman Dan akan menaburkan abunya ke laut saat banyak bintang ... Jadi dia akan tetap bersama kami dimanapun ada bintang dan laut.” Arganta terisak ,” Gadis kejam .... dengan manisnya dia tersenyum, meminta ayahnya untuk tidak menangis dan .... mencabut alat penunjang hidupnya. Dihadapan kami orang orang yang mencintainya .......”
Dari jauh nampak sosok Nayang berada di area latihan, menendang dan memukul Sand sack yang tergantung disana tanpa lelah.... Nay .... andai aku bisa hadir untukmu .... Dimas menatap dengan pandangan sedih.
“ Tiga tahun yang lalu ... Sammy menikah. Nayang tidak menyukai lelaki itu .... begitupun aku. Tapi Sammy berkeras karena mencintainya, dan kami berusaha memahami. Hanya berselang beberapa bulan, perangai aslinya terlihat .... dia kecanduan alkohol, dan melakukan kekerasan pada Sammy, sampai ... Sammy mengalami kerusakan otak. Nayang menyesali diri karena terlambat datang saat Sammy menghubunginya ...... Hampir dua tahun Sammy bergantung pada alat dan keberadaan Nayang dan ayahnya. Nayang menjaganya di rumah sakit nyaris selama dua puluh empat jam sehari, mengabaikan semua pekerjaan yang mengharuskannya menemui orang lain. Dia hanya mengambil pekerjaan yang bisa dilakukannya di rumah sakit seperti menulis naskah atau melakukan riset cerita. Setengah mati dia menjaga Sammy bukan hanya secara medis, tapi juga menjaganya dari pers.”
Kamu mulai lelah .... berhentilah Nay .... berhentilah .... Dimas menatap tubuh yang terhuyung memeluk sand sack dan terduduk.
“ Dua puluh bulan, yang mereka berdua lakukan adalah menonton drama ini, berdebat tentang Aneth dan Rory ... perdebatan yang tak pernah usai. Mereka menulis cerita sekuel ketiga ini di rumah sakit. Sammy ada dipihak Aneth ... kendati dia selalu tersipu sipu hanya denggan melihat berita tentang Lody.” Arganta tertawa pahit ,” Nayang sering mengejeknya bahwa dia berada dikubu Aneth hanya karena tidak suka Lody berdekatan dengan Lyra.”
Lody dan Dimas tersenyum.
“ Lalu Nayang ... di kubu Rory ..?” Lody mempermainkan pasir.
“ Yah .... “ Arganta tersenyum menatap Nayang yang berjalan pelan sambil sesekali berhenti menatap langit ,” Dia yang cerewet sekali waktu casting pemeran Nara. Bahkan mereka berdua berdebat berhari hari hanya untuk menyusun kandidat yang mungkin bisa memerankan Nara, sampai selalu ditutup dengan permintaan Sammy pada Nayang untuk mengambilnya. Dan selalu tanpa jawaban selain kibasan tangan.”
“ Jadi itu .... mengapa Dan Lambert mengambil project ini.”
“ Dulu paman hanya menertawakan keduanya, dan berjanji akan berusaha memberikan ide cerita itu pada produser. Tapi setelah kepergian Sammy ... paman menjadikan ini proyek pribadinya, dia akan habis habisan melakukan yang terbaik ... dan setelah ini ... paman Dan memutuskan akan berlayar.” Arganta melompat turun ,” Kedua orang tua Nayang meninggal dalam kecelakaan laut dan tidak bisa ditemukan, istri dan anaknya dikremasi lalu abunya disebarkan di laut ... itu sebabnya paman ingin menghabiskan sisa hidupnya dilaut.” Ditinggalkannya mereka berdua dan menghampiri Nayang yang terhuyung kelelahan, menyodorkan punggungnya, membawa gadis yang hampir tertidur itu ke kamarnya.