Red Carpet Bersama Rei

748 Words
Nayang menatap bayangan tubuhnya dicermin. Gaun dengan potongan sederhana berwarna hitam itu menjadi pilihan nya dari sederet gaun di lemari kakak iparnya. Modelnya yang simple dengan kerah V yang tidak terlalu dalam dan lengan panjang itu pas membalut tubuh bagian atasnya dan sedikit mengembang sampai dibawah lutut. Sepatu hitam setinggi 5 centimeter sudah cukup untuknya. " Mau pakai yang mana ?" kakak iparnya menyodorkan sekotak perhiasan. Nayang menatap ngeri ," Gak usahlah kak .... aku pakai ini saja." diambilnya jam tangan kulit kecil," biar abang pakai itu ." ditunjukkan pasangan dari jam tangan couple milik kakaknya. Hana tersenyum, mengerti adik iparnya ini terlalu simple ," Perlu bantuan untuk rambutmu ?" " Sedikit aja." " Aku tahu, duduklah." Hana hanya perlu menarik sedikit rambut bagian depan, mengikatnya dan memasangkan sirkam mutiara ," sudah, cukup nyaman kan ?" " Lumayan." Nayang sedikit cemberut ," Kenapa kakak gak pergi, biar aku yang jaga Kai." " Ayolah .... toh tidak akan ada gossip. Semua juga sudah tahu kalian kakak beradik. Dan abangmu sudah habis kesabarannya untuk menarikmu ke permukaan." Nayang mendengus kesal ," Untuk apa ? Aku tidak berniat tampil lagi." " Nayang .... " Hana meraih sisir dan merapikan rambut Nayang ," Kamu tahu mereka menyayangimu, mereka bangga padamu ... selama ini mereka mengalah dengan alasan kenyamananmu nomor satu. Tapi kamu bukan anak kecil lagi yang harus dilindungi seperti itu. Dengan atau tanpa melakukan apapun di dunia hiburan, keberadaanmu tidak bisa dipisahkan dari Paman Dan, Arga, Rei ... dan aku. Atau kamu tidak merasakan yang sama ? Bangga pada kami seperti kami bangga padamu ?" " Maaf..." Nayang menatap kakak iparnya dari cermin ," Aku yang pengecut dan egois." " Kakak kakakmu tidak bermaksud memamerkan keberadaanmu, gak perlu show of. Tapi ... bukan berarti kamu terus bersembunyi." Nayang mengangguk mengerti. " Lagipula ..." Hana tersenyum jahil," Kamu bisa pakai Rei dan Arga untuk berlatih." " Berlatih ?" " Pada saat kamu akhirnya harus tampil bersama Dimas, setidaknya kamu tidak terlalu canggung." " Apaan sih ? Ngapain juga aku harus tampil bersamanya ?" Hana tergelak. " Ngapain juga mukamu merah merona seperti itu ?" Rei masuk ke ruangan.Setelan jas hitam dan kemeja putihnya sudah terpasang rapi. " Pakai ini." Hana mengulurkan jam tangan ," Biar couple." Rei tersenyum, memakai jam tangan yang diulurkan istrinya ," Ayo .... biar gak terburu buru." Nayang menghembuskan nafas panjang dan berdiri. " Tunggu sebentar." Hana menghentikan mereka di ruang tengah ," Aku fotoin dulu." " Ayolah, kesempatan kita bikin foto." Hana mengambil kamera, dan memotret mereka ," Ingat, nanti kalau ada yang mau ambil gambar, kalian senyumnya begini ." ditunjukkannya salah satu foto ," disini gak bisa dibantah lagi kalian mirip banget, beda versi laki laki dan perempuan." Rei dan Nayang mengiyakan lalu bergegas berangkat. Rei menggenggam tangan Nayang yang terasa dingin ," Biasanya juga kamu disekitarku." " Pake baju casual dan bermasker." Naya tertawa, menyandarkan kepala ke bahu kakaknya. Jarak usia mereka cukup jauh, dan kebersamaannya dengan Rei lebih singkat dibanding kebersamaannya dengan Arga. Rasa sayang dan segannya nyaris menyerupai yang ia rasakan pada almarhum ayahnya. " Ayo, rapikan rambutmu. Paling lama tiga jam." ujar Rei dan keluar saat mobil yang ditumpanginya berhenti. ,"Ayo." dibukanya pintu untuk Nayang lalu mengulurkan tangannya. " Wah ... bukan bersama istrinya." " Kali ini Rei bersama Nayang." " Lihatlah ... benar benar mirip. Mengapa selama ini gak ada yang menyadarinya ya ?" Nayang mencoba mengacuhkan berbagai komentar yang tertangkap telinganya, sesekali menyipitkan mata terkena kilau lampu kamera yang seakan tak berhenti. Menuruti pesan Hana, Nayang dan Rei mengeluarkan senyum yang sama saat memberi kesempatan pers mengambil gambar sebelum melambaikan tangan dan masuk ke gedung tempat acara dilaksanakan. " Setelah ini giliran Arga ...." ucap Rei pelan. " Maksudnya ?" " Tidak harus di forum resmi, tampillah diluar bersama Arga tanpa menutupi identitasmu." " Bang ...." Rei menepuk tangan yang menggenggam lengannya ," Kami juga ingin makan diluar atau sekedar belanja bersamamu gadis kecil. Biarkan kami merasakan punya adik, bukan asisten." Nayang menggigit bibir, rasa bersalah memenuhi hatinya ," Maaf." Rei tersenyum, mengusap ujung kepala Nayang ," Hai ...." ujarnya menyapa rekannya. " Mana Hana ?" " Baby Kai lagi kurang enak badan, ini Nayang .." " Bertahun tahun aku kenal kakakmu, baru kemaren aku paham dia punya adik. Kenapa kamu sembunyikan dia selama ini ?" Rei tertawa ," Aku mengamankan adikku dari kalian." " Sialan ...." " Ayolah, kami ketempat duduk dulu, sudah hampir mulai." Nayang mengangguk kecil dan berlalu bersama Rei menuju tempat yang sudah disediakan untuk mereka.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD