Nayang membereskan barang barangnya, menghampiri Arga dan Syifa yang tengah berbincang dengan fotografer. Pengambilan foto prewedding sengaja dilakukan pagi pagi sekali, mencari moment matahari mulai terbit.
" Sudah ? Ayo sarapan, aku lapar."
Arga mengangguk ," Tolong bereskan barang kami ya ... Kami pergi dulu.." ujar Arganta pada asistennya dan asisten Syifa ," setelah itu pulanglah ... happy weekend."
Nayang mendahului ke mobil dan menyimpan ranselnya di bagasi ," Nih !" dilemparkannya kunci ke arah Arga, lalu masuk ke bangku belakang ," Mau bubur di tempat biasa."
" Boleh." Arga menjalankan mobil perlahan.
" Nay ... lihat, ini bagus lho." Syifa menunjukkan gambar diponselnya.
Nayang memajukan tubuhnya, melihat deretan foto di ponsel syifa ," eih .... kamu posting semuanya ?"
Syifa tertawa ," numpang nyimpan."
" Foto kita juga ?"
" Iyalah, bagus lho yang kita berdua, kita bertiga sama kalian berdua."
Nayang menatap layar ponselnya ," Kirimkan padaku." ujarnya lalu iseng membuka akun sosial media Syifa, membaca berbagai komentar disana yang sudah banyak saja dalam hitungan menit. Ada beberapa komentar tentang dirinya.
" Nay ... baca komen terbaru tuh ..." Syifa tergelak menatap jahil melihat wajah Nayang memerah..
" Apa komentarnya ?" Arga penasaran
Syifa menggerakkan jemarinya ," wuiiih ... bersahutan. Aku bacakan ya ....
Arga mengangguk
# Ini Nayang kan ?
# Berarti benar Nayang itu sepupunya Arganta
# Nayang yang beritanya sama Dimas itu ?
# Hah ? Dimas ? Benarkah ... patah hatiku :(
# Waktu di red carpet sama Rei kemaren cakep banget kalau dandan
# Kapan di red karpet sama Dimas ? Harusnya waktu award kemaren ya
# Iya dia tidak datang
# Serius ? Aku cus kepoin Nayang sama Dimas ah ... bagi link dong
" Sudahlah." Nayang menutup ponselnya ," Foto sama siapa, komen tentang siapa." gerutunya.
Arga dan Syifa tertawa
" Netizen bebas ... tapi media juga sama kok." sahut Syifa ," Kemaren waktu kamu bersama Rei, tahu apa yang mereka tulis ?"
Nayang cemberut , mengangkat ponselnya yang berdering ," Hallo."
" Nay ... bilang sama Syifa, nyusul kesini. Abangmu lagi berbaik hati ngajak shopping."
" Serius ? Arga ... abang ngajak belanja. Share lokasi kak."
Arga mendengus ," Gak jadi makan ?"
" Di mall banyak tempat makan. Siapkan kartumu, kami mau belanja."
" Hei ... novel barumu yang dijadikan drama sudah cair, masih mau pake kartuku."
" Aku lagi ngumpulin untuk memberimu hadiah pernikahan." Nayang tidak mau kalah ," belanja belanja ...."
" Dasar perempuan. Gak usah lebar gitu senyumnya." ujarnya pada Syifa.
Syifa tertawa, mencondongkan tubuh mencium pipi Arga ," Setidaknya ada abang dan Kei. Biarkan kami bertiga berkreasi."
" Berkreasi kamu bilang ? Dan kami jadi baby sitter." gerutunya dan mengarahkan mobil ke mall yang disebutkan Nayang.
Rei dan Arga meregangkan lengannya, mengikuti ketiga perempuan yang nampak asyik keluar masuk toko, tapi hanya membeli sedikit barang. Mereka tak pernah kuatir tentang kemampuan Hana, Syifa apalagi Nayang dalam berbelanja. Mereka lebih senang keluar masuk toko membanding bandingkan, dan seringkali batal membeli karena masih punya barang sejenis itu dirumah.
" Ayolah, sudah waktunya istirahat, sambil makan." ujar Rei
" Aku sudah pesan tempat, kita makan seafood ditempat biasa."
" Ayo ..." sahut Nayang antusias, meraih stroller Kai dari tangan Rei
" Sudah capek belanja ?"
" Sudah terlalu banyak melihat orang mengarahkna ponselnya kearah kita."
" Hanya akan dibahas sebentar, toh hal yang wajar keluarga menghabiskan waktu bersama."
Arga menyampirkan tangannya di bahu Nayang ," Dia takut ada komen yang kembali menghubungkannya dengan Dimas. Aduh." serunya ketika Nayang menyodok perutnya dengan siku.
Hana berjalan disamping Syifa, memandang tiga bersaudara didepan mereka. Arga dan Nayang saling meledek sementara Rei lebih banyak menengahi sambil tersenyum ," Kalau saja masih ada Sammy ..."
" Aku tidak terlalu mengenalnya."
" Sammy lebih kalem. Tapi dia paling ramah terhadap penggemar. Biasanya dia akan tersenyum dari sisi lainnya kalau Arga dan Nayang bercanda seperti ini."
" Seperti Rei ?"
" Ya, mirip yang Rei lakukan. Tapi dia sedikit takut pada Rei."
" Mereka bertiga seumuran dan tumbuh bersama."
" Rei lebih menggantikan sosok ayahnya." ujar Hana ," Lihatlah berapa banyak foto yang akan beredar tentang kebersamaan kita seharian ini."
Syifa tertawa melihat beberapa pengunjung mall mengarahkan kamera pada mereka, secara terang terang atau sembunyi sembunyi ," Tunggu saja yang heboh kalau ada yang mendapatkan foto makan malam kita nanti."
Hana menatap Syifa ," Mereka mengajak Dimas ?" bisiknya.
Syifa tersenyum sambil mengangguk ," Step by step.. Aku iri melihat bagaimana kakak kakak Nayang mempersiapkannya untuk tampil didepan publik."
Hana mengangguk ," Aku selalu kagum bagaimana mereka saling menyayangi dengan caranya masing masing."