Nayang menggenggam erat jemarinya, matanya yang basah mengerjap saat Arganta dan Syifa mengucapkan janji setia. Arganta terlihat begitu tampan dengan setelan serba putihnya, serasi dengan Syifa yang nampak anggun dalam balutan gaun putih panjang dengan bahu terbuka. Dimas menatap gadis disampingnya ," Nih." Nayang tersenyum dan mengambil tissue ," Thanks." diedarkannya pandangan ," Bukan cuma aku yang menangis, mereka juga ..." " Emang kamu ibunya ? Yang menangis ibu ibu." goda Dimas. Nayang cemberut ," Itu bapak bapak juga, sedikit." " Nanti ... pada saatnya Rei dan Arganta akan menangis juga." Nayang mengerutkan kening. " Saat kita menikah." bisik Dimas, tersenyum lebar melihat wajah Nayang merona. " Nay ...." Arganta memintanya mendekat , " Sini ... foto dulu." " Ayo

