Nayang menatap Arganta dengan kening berkerut ,” Untuk apa ?”
“ Temani aku. Susah amat dimintain tolong sekedar menemani.” diraihnya potogan melon yang diulurkan Nayang.
“ Biasanya kamu pergi sama asisten atau anggota tim mu yang lain kan ? Kenapa sekarang jadi ngajak aku ?”
“ Boleh dong ngajak pendatang baru yang tengah naik daun.” Arganta meletakkan kepalanya dibahu Nayang.
“ Apaan sih ah ... pergi saja sama Syifa.”
“ Iya, ini sama Syifa juga.”
“ Terus aku jadi obat nyamuk begitu ?”
“ Cuma makan malam diluar.” gerutu Arganta ,” Takut digosipin ? Aman kok ... tinggal kasih tahu kita sepupu. Lagian juga sudah banyak yang tahu.”
“ Banyak ?”
Arganta duduk dengan tegak ,” Kamu gak baca berita atau cek gossip diluaran sana ?”
Nayang menggeleng ,” Memang penting ?”
“ Hei, namamu seakin sering disebut tahu ? Drama kalian ratingnya tinggi terus.”
“ Gak heran, Paman memberikan yang terbaik.”
“ Ayolah .... makan diluar.”
Nayang menatap Arganta dengan pandangan menyelidik ,” Ada apa sebenarnya ?”
Arganta tertawa sambil menggaruk kepalanya ,” Dimas ngajak makan malam. Katanya dia sudah mengajakmu tapi tidak berhasil.”
Nayang menghembuskan nafas ,” Drama kami sedang trending, muncul bersamanya di luar acara bikin sensasi tahu ? Males ah ...”
“ Males sensasinya atau males Dimasnya ?”
“ Males saja nanti diperhatikan orang bukan karena dramanya.”
“ Berarti gak males sama Dimasnya kan ?” Arganta tergelak melihat wajah gadis disampingnya memerah ,” Ok ..... akhirnya ada juga yang membuatmu salah tingkah.”
Nayang menggebuk Arganta dengan bantal.
“ Makan malam di ruang privat ?”
Nayang menggeleng.
“ Ada aku, bukan hanya kalian berdua.”
Nayang menggeleng.
“ Nay ...... bukankan Dimas sudah banyak membantumu ?’
Kali ini Nayang menganggukkan kepalanya pelan.
“ Dan sepanjang aku melihat kalian berdua ... kalian nyaman atas keberadaaan satu sama lain.”
Nayang tidak bisa membantah, ia tahu wajahnya yang memanas sudah menjadi jawaban bagi Arganta ,” Makan malam dirumah saja.”
Arganta terdiam ,” Ok .... habis ini aku undang Dimas dan Syifa. Double date kita ,”
“ Dinner .... bukan Date.”
Arganta mencibir, lalu membaringkan tubuhnya di sofa ,” Terserah, buatku ini kencan gratisan. Kamu yang belanja kamu yang masak.”
Nayang mendengus kesal. Digigitnya bibir, mencoba memasang tampang tidak peduli ketika Arganta meraih ponselnya dan menghubungi Dimas ,” Dim, nanti makan malam ditempat Nayang saja ya ... dia gak mau mau makan malam diluar. Aku share lokasi. Gak ... gak usah, biar dia yang masak. Kamu belum pernah makan masakannya Nayang khan ?” nyengir ketika Nayang menimpuknya dengan bantal sebelum meninggalkannya menuju dapur ,” Nay, mau ditemani belanja ?” serunya terkekeh geli ,” Sampai nanti. Terserah jam berapa saja. Mau bantuin Nayang masak juga boleh.”
Nayang melihat bahan bahan yang tersedia lalu meraih tas belanjanya ,” Merepotkan saja.”
“ Bikin dessert cheesse cake kesukaan Syifa ya. Ayo aku temani belanja kebawah.”
" Gak usah, beres beres sana, itu bekas kamu main game masih berantakan.”
“ Siap !” sahut Arganta ,” Setelah beberes aku jemput Syifa ya...”
Nayang melambaikan tangan dan menutup pintu. Menghabiskan waktu kurang dari setengah jam untuk belanja.
“ Perlu bantuan ?”
Nayang tersentak ketika seseorang berdiri disampingnya ,” Dimas ?” ditatapnya lelaki dengan seikat bunga ditangan itu
“ Maaf kamu jadi repot belanja dan masak.”
Nayang melihat sekeliling dengan gelisah, menyadari beberapa pasang mata menatap kearah mereka , “ Gak juga.” sedikit tergesa keluar dari supermarket dan menuju lobby apartment.
“ Sini, aku yang bawa itu.” Dimas meraih kantong belanja di tangan Nayang ,” Buat kamu.” diulurkannya seikat bunga pada Nayang yang terlihat gelisah menunggu lift terbuka. Mengangguk kecil dan melempar senyum pada beberapa gadis yang mengikuti mereka sampai ke depan lobby. Ditatapnya Nayang yang berusaha menghindari kamera ponsel dengan berdiri menghadap pintu lift dan menggunakan buket bunga untuk menyamarkan wajahnya.
“ Kok sudah datang ? Aku pikir baru nanti malam.” Nayang bersuara ketika pintu lift tertutup ,” Arga lagi jemput Syifa.”
“ Arga bilang kamu masak sendiri, dan aku free hari ini.”
“ Kok tahu aku di supermarket ?”
“ Dari tadi, tapi kalau aku ikut belanja pasti kamu gak nyaman dan jadi buru buru.”
Nayang mengguman. Sejak drama mereka tayang dan booming, belanja buka lagi menjadi kegiatan yang menyenangkan baginya. Walaupun sediikit, tapi masih saja ada yang mengenalinya. Menatapnya sambil berbisik bisik dan beberapa yang menyapa,membuatnya harus meluangkan waktu untuk tersenyum, membalas sapaan dan sesekali berfoto. Itu sebabnya belakangan ini ia lebih senang belanja di supermarket dibawah, karena sebagian besar pengunjung adalah penghuni tower yang sudah sering bertemu ,” Masuklah.”
Dimas mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan yang nampak simple dan rapi itu ,” Itu dapurnya ?”
“ Iya, duduklah.” ujarnya setelah Dimas meletakkan kantong belanjaan di dapur ,” Aku simpan ini dulu.” diambilnya vas kaca, mengisinya dengan air dan memasukkan bunga kedalamnya. Diletakkannya bunga di meja kecil disudut ruangan dekat pintu kaca yang mengarah ke balkon ,” Minum apa ?”
Dimas melepas kemeja dan menyimpannya di gantungan ,” Ayo, aku bantu apa ?” tanyanya bersiap dengan kaos putih.
“ Baiklah.” Nayang mengulurkan apron sebelum memakai untuk dirinya sendiri ,” Kelihatanya biasa di dapur.”
Dimas mencuci sayur dan buah sambil tersenyum ,” Aku hidup sendiri, kalau mencuci seperti ini saja masih bisa.”
Nayang tertawa, melanjutkan menimbang bahan membuat cheesse cake pesanan Arganta, “ letakkan disitu saja, kita masak nanti saat mau makan.” terkesiap ketika Dimas membantu merapikan ikatan rambutnya yang longgar ,” Thanks.”
Dimas membawa segelas air ke sofa,” Kamu tinggal sendirian ?”
“ Iya. Kadang Arga atau abang kesini.”
“ Bertahun tahun jadi penggemar Rei, aku gak pernah lihat kamu berada disekitarnya.”
Nayang tertawa ,” Aku lebih banyak menghabiskan waktu bersama Arga dan Sammy, bersama Paman Dan belakangan ini.”
“ Jarak usia kalian cukup jauh.”
“ Ya, dan abang sudah sibuk dengan dunianya, walaupun bukan berarti ia mengabaikan aku.” Nayang melepas apron dan bergabung dengan Dimas.
“ Sama sekali tidak pernah tampil bersama ? Arga dan Sammy juga ?”
Nayang tertawa ,” Aku beberapa kali bersama mereka, dengan masker dan membiarkan orang berpikir aku bagian dari tim atau staff. Bahkan cukup sering aku menggantikan asisten Arga.”
“ Sekarang sudah mulai banyak yang mengenalimu. Terganggu ?”
Nayang mengangkat bahu ,” Belum sampai mengganggu, hanya sedikit tidak nyaman.”
“ Itu sebabnya tidak mau makan diluar ?”
“ Pada dasarnya aku malas makan diluar, apalagi bersama Arga atau Sammy yang selalu menarik perhatian.”
“ Bersamaku ?”
Nayang mengusap tengkuknya ,” Apalagi bersamamu.” ucapnya jujur.
“ Tapi .... apa boleh aku sering kesini ?” tanya Dimas mencoba membuatnya terdengar sesantai mungkin.
Nayang tersenyum, mengutuki wajahnya yang memanas dengan cepat.
Senyum Dimas melebar, menatap kearah pintu yang tiba tiba terbuka ,” Arga.”
Arga masuk bersama Syifa ,” Sudah disini ? Nay ... ini ada asinan dari mama Syifa.” diulurkannya kantong membiarkan Nayang membawanya ke dapur bersama Syifa.
“ Dia sudah lama ?” bisik Syifa.
“ Lumayan, sejak aku di supermarket tadi.”
“ Ada yang lihat ?”
Nayang cemberut ,” beberapa bahkan mengikuti sampai depan lobby.”
Syifa tertawa ,” Nikmati saja, kelihatannya dia bakal sering kesini... kecuali kamu mau diajak keluar.”
“ Lebih aman disini.” guman Nayang ,” Ayo siapin sekarang !”