“Nyonya Muda! Nyonya Muda!” Yanti datang tergopoh-gopoh mendekati Laras yang jatuh tersungkur di jalan. Kedua kakinya tepat di bawah mobil bagian depan. Untung tidak sampai terlindas. Laras berusaha bangun dibantu Yanti. Kemudian ia berjalan menepi. “Mbak, tolong periksa dan jagain Alena saja,” perintah Laras dengan menahan rasa sakit dan perih di beberapa bagian tubuhnya. Laras memperhatikan gadis itu terlihat syok dan ketakutan. “Oh, iya-iya, baik, Nyonya.” Yanti langsung bergegas mendekati Alena dan membantunya bangun. “Alena kamu nggak apa-apa, ‘kan?” tanya Laras. “Non Al, apa ada yang sakit?” tanya Yanti sambil memapahnya. “Ryan... Ryan... Di mana, Ryan?” mata Alena bergerak ke sana kemari terlihat ketakutan. “Tenanglah, Non. Sebentar lagi Tuan Muda kita akan bertemu Tuan Ryan,”

