17. Dusta Berbuah Semburan

1412 Words

Dengan langkah sedikit sempoyongan Laras berjalan ke pintu. Mungkin karena kehujanan semalam kehujanan dan jatuh, badannya jadi demam dan remuk sakit semua rasanya saat bangun tidur. Laras mengenakan sweater rajut tebal dengan wajah tampak lesu saat membuka pintu. Kontan saja hal itu memicu kekhawatiran Ryan dan langsung mendekatinya. “Sayang, apa kamu sakit?” tanya Ryan sambil menyentuh kening Laras dengan punggung telapak tangan kanannya. Laras sedikit terkejut dan bersikap dingin. Tak sepatah kata pun keluar untuk menanggapinya. Lidahnya dirasa sangat berat untuk menjawab pertanyaan suaminya. “Hahh, lucu sekali. Suami kok nggak tahu istrinya sakit,” ejek Deril. “Jika tak tahu apa-apa, lebih baik diam saja, Deril. Jangan sembarangan mengejek atau menyalahkan orang,” sahut Ryan kesal.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD