"Ke salon ibu aku aja, Mas! Mulai hari ini aku pulang ke rumah ibu soalnya!" Kiana agak berteriak saat mengatakan itu karena suaranya tertelan oleh angin. Bukannya menjawab, Hafiz malah menepikan sepeda motornya. "Kalau nganterin Mas Hafiz sebentar bisa, nggak?" tanya laki-laki itu sedikit menoleh ke belakang. "Nganterin ke mana?" "Temen Mas istrinya ada yang baru lahiran, kamu mau temenin Mas Hafiz sebentar? Nggak enak kalau pergi sendiri." "Oh." Kiana yang merasa itu tidak masalah segera mengangguk setuju. "Boleh," katanya. Hafiz yang tadi sudah berpikir buruk, takut Kiana kelelahan dan menolak seketika menunjukkan senyum di wajah kalemnya. "Tapi nyari kado dulu, ya," ujar laki-laki itu sembari melajukan sepeda motornya. * "Mau ngadoin apa, Mas?" tanya Kiana saat keduanya suda

