"Maaf, Bapak ini siapa, ya?" Rion bertanya dengan hati-hati dan sesopan mungkin. Selain penampilan laki-laki di depannya terlihat bukan seperti orang baik, juga karena ini kota orang. Dirinya pendatang yang tidak bisa bertindak macam-macam tentunya. "Loh, saya yang harusnya nanya, kamu ini siapanya anak saya?" Laki-laki yang tidak lain adalah Dedi itu tampak menyeringai. Apalagi saat mendapati Kiana turun dari mobil yang cukup mewah untuk ukuran orang yang ditinggal di kota kecil seperti ini. Apalagi saat memindai penampilan laki-laki berwajah oriental yang kini berdiri di samping Kiana, sepertinya laki-laki itu bukan orang biasa. Dedi tahu semua yang menempel di tubuh laki-laki itu adalah sesuatu yang mahal. Rion yang mendengar penjelasan itu tentu saja bingung. Bagaimana bisa laki-la

