39. Friendly Match

942 Words
Seorang lelaki berjas biru tua tampak menyibukkan diri dengan microphone yang bertengger di telinganya. Lelaki tampan itu adalah Li Xian. Ia sedang mempersiapkan semua acara hari ini dengan menyeluruh. Tentu saja dirinya ingin memastikan semua tidak ada kendala lagi, selain alat yang mulai dipersiapkan untuk menampilkan acara siaran langsung sebuah konser musik dari Korea Selatan. Tempat Li Xian menimba ilmu selama beberapa tahun. Li Xian terlihat benar-benar serius ketika memberi arahan pada beberapa karyawan dekor dan teknisi yang mengatur penataan lightning, sound system, dan schedule acara selama dua jam penuh. Tidak sedikit dari mereka mendengarkan dengan seksama sembari sesekali bertanya. Semua yang ada di sana tampak sangat sibuk dengan berbagai orang berlalu-lalang mendekor studio utama sedemikian rupa. Bahkan beberapa artis ikut turun langsung mengatur dekorasi hari ini bersama dengan Li Xian. Sebab, lelaki itu yang paling fasih berbahasa Korea dibandingkan karyawan lainnya. Hal yang wajib dibanggakan. Namun, di tengah kegiatan itu tiba-tiba seorang wanita bertubuh mungil dengan rambut yang tergerai pendek sebahu terlihat berlari kecil menghampiri Li Xian. Membuat lelaki itu langsung menoleh, lalu mengernyit bingung. “Tong Xin, ada apa?” tanya Li Xian. “Presdir Zhang mencarimu,” jawab Tong Xin menunjuk ke arah atas memperlihatkan seorang wanita yang berdiri tepat menatap mereka berdua. Seketika Li Xian bangkit, lalu menunduk hormat pada Zhang Xiao Na yang berdiri tepat di depan ruang kontrol. Sebuah pembatas lantai dua, sebab studio utama yang akan dijadikan sebagai ruang siaran langsung sangat besar. Bisa dikatakan seperempat dari seluruh gedung ini. Sementara di atas sana, Zhang Xiao Na hanya mengangguk singkat. Sedangkan Yushi yang berada di sampingnya hanya diam menatap Tong Xin dan Li Xian dari atas. Mereka berdua terlihat berbincang sejenak, sebelum akhirnya lelaki itu melenggang pergi meninggalkan setumpuk kertas itu pada salah satu teknisi yang ia yakin adalah penanggung jawab di sana. Melihat Li Xian meninggalkan studio utama, Xiao Na pun berbalik menatap Yushi. “Aku akan rapat sebentar. Tolong kau gantikan Li Xian untuk mempersiapkan acara hari ini, karena akan memakan waktu yang cukup lama.” “Baik, Presdir Zhang!” jawab Yushi cepat, kemudian wanita itu melenggang pergi menjauhi Xiao Na yang masih berada di tempatnya. Wanita itu terlihat menumpukan kedua tangannya di pembatas studio sembari sesekali memperhatikan beberapa karyawan yang berlarian mempersiapkan semuanya dengan cepat. Sebab, kedatangan Yushi di sana membuat mereka semua langsung kebingungan. Menurut rumor yang beredar, Yushi bukanlah sekedar sekretaris pribadi Xiao Na, melainkan macannya perusahaan. Wanita itu tidak akan segan-segan memarahi siapapun yang sulit untuk diatur. Bahkan ia sama sekali tidak terkenal takut, meskipun jabatannya hanya sebagai sekretaris pribadi. Sementara di sisi lain, Li Xian yang tengah melangkah menuju ruang kontrol pun mendadak bingung. Ia sama sekali tidak mengerti kenapa bosnya itu sampai memanggil seperti ini. Padahal seingatnya, dirinya tidak melakukan kesalahan. Karena beberapa hari ini ia begitu sibuk menyiapkan alat. Namun, daripada menyuarakan presepsi sendiri, Li Xian lebih memilih untuk mempercepat langkahnya. Tak lama kemudian, lelaki itu pun sampai di ruang kontrol yang berisikan tiga karyawan saja. Mereka semua tampak sedang mengatur penayangan siaran langsung hari ini. Lalu, tatapan Li Xian pun mengarah pada punggung seorang wanita yang masih setia seperti tadi. “Presdir Zhang, kau mencariku?” tanya Li Xian menghampiri Xiao Na sembari tetap mengalungkan tanda pengenalnya di leher. Sejenak Xiao Na terpaku pada wajah lelaki yang ada di hadapannya. Entah kenapa wajah berkeringat itu terlihat sangat tampan, bahkan jauh lebih tampan daripada biasanya. Bahkan jantungnya pun mulai berdetak lebih cepat. Namun, Xiao Na dengan cepat mengubah ekspresinya menjadi datar. “Iya. Aku ingin membicarakan masalah undangan untuk pertandingan e-sport beberapa bulan ke depan.” Li Xian pun terdiam mencerna perkataan Xiao Na. Lelaki itu terlihat menautkan kedua alisnya sembari berpikir keras. “Maksudmu, Tim N&N akan melakukan beberapa pertandingan?” “Iya. Ini diadakan oleh salah satu kolega bisnisku untuk memperluas koneksi. Sebenarnya, aku tidak ingin ikut, karena aku ingin membawa Tim N&N pada kejuaraan dunia. Tapi, Yushi berkata padaku untuk memenuhi undangan tersebut,” jawab Xiao Na sembari melipat kedua tangannya di depan d**a, lalu bersandar pada pembatas studio dengan terus menatap Li Xian tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun. “Menurutku, apa yang dikatakan oleh Yushi benar, Presdir Zhang. Tidak ada salahnya kau ikut kejuaraan ini. Karena dari pemahamanku ini bisa menjadi motivasi mereka agar bisa lebih giat lagi,” ucap Li Xian tersenyum tipis. “Baiklah. Aku akan mengabari Su Yuan untuk segera mempersiapkan Tim,” putus Xiao Na mengangguk singkat, lalu mulai mengeluarkan ponselnya sembari mengetikkan sesuatu di sana. Li Xian yang melihat hal tersebut hanya diam. Ia juga tengah memikirkan beberapa program latihan untuk meningkatkan kecepatan tangan Tim N&N. Tanpa sadar lamunannya itu membuat Xiao Na yang masih berada di dekatnya mengernyit bingung. “Direktur Li!” panggil Xiao Na sedikit keras membuyarkan lamunan lelaki itu yang sempat melayang jauh. “Ah, iya!” balas Li Xian terkejut. “Kenapa, Presdir Zhang?” “Kau melamun tadi,” jawab Xiao Na mengangkat bahunya acuh tak acuh, lalu melenggang pergi dari sana. Sedangkan Li Xian yang masih kebingungan pun mulai mengikuti langkah wanita itu, lalu mensejajarkannya sembari sesekali menoleh ke arah Xiao Na. Ia terlihat sangat fokus menatap di hadapannya tanpa terusik sama sekali dengan tatapan penasaran dari Li Xian. Padahal lelaki itu secara terang-terangan menatap dirinya sehingga membuat beberapa karyawan yang melihatnya hanya tersenyum malu-malu. Sesampainya di ruangan, Xiao Na langsung mendudukkan diri di sofa kecil, kemudian menyuruh Li Xian untuk duduk tepat di hadapannya. Tentu saja di atas meja sudah berisikan undangan serta beberapa kontrak kerja yang sedang mereka kerjakan, salah satunya adalah siaran langsung siang ini. “Ini adalah undangan untuk pertandingan bulan depan,” ucap Xiao Na menyerahkan sebuah map berwarna biru pada Li Xian.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD