"Pokoknya lo ikut sama gue" sudah 10menitan Salsa Raihan berdebat di parkiran hanya karena Salsa yang tidak ingin pulang bersama Raihan
"Gue gapapa kok serius! Tadi cuman kecapean aja, lo kan tahu koridor sekolah panjangnya kayak rel kereta" ucap Salsa menjelaskan kondisinya
"Ga, pokoknya lo pulang sama gue" Raihan tetap bersikukuh
"Gamau, gue mau naik angkot aja" lagi-lagi Salsa menolak dan mengambil ancang-ancang untuk pergi, tapi tangannya terlanjur ditahan oleh Raihan
"Gue tau lo keras kepala banget Sa, tapi kali ini lo ikut sama gue pulang"
"Gaada helm, helm lo cuman satu" Salsa berusaha mencari alasan
"Ada nih, di sadel motor gue"
"Rumah kita kan beda arah, lo ke kanan gue ke kiri jadi mending gausah deh" Salsa masih berusaha mencari alasan agar ia tidak pulang dengan Raihan
"Terus kenapa kalo kita ga se arah? Mending kalo lo kenapa-napa di angkot ada yang nolongin, kalo lo malah dibawa kabur? Udah pokoknya sekarang lo ikut" Raihan lalu memberi Salsa helm dan Salsa terpaksa menerima helm itu.
"Gue duduknya gimana nih?"
"Terserah yang penting jangan duduk depan gue"
"Kalo gue duduk di depan lo jadinya gue yang bawa motor dong"
"Tumben pinter"
"Alah bacot lo ah"
"Pegangan" kata Raihan sebelum mereka tancap gas
"Gamau"
"Yaudah, kalo jatuh gue ga tanggung ya"
Suasana Jaya Negara yang masih ramai membuat mereka jadi pusat perhatian
"Eh itu siapa yang ama Raihan?" bisik salah satu siswa tapi masih terdengar jelas oleh Salsa. Jok belakang Raihan memang bisa dibilang jarang atau bahkan tidak pernah tersentuh orang lain.
"Itu kan Salsa?" jawab temennya lagi
"Iye gue Salsa" jawab Salsa santai dan motor Raihan pun keluar dari parkiran
Salsa memang sudah sangat hapal dengan gerak gerik fans Raihan, dan dia sudah bisa mengatasi semua itu, dia selalu berusaha santai, bahkan banyak yang menitipkan salam untuk Raihan melalui Salsa, dia akan memberi tahu Raihan, tapi cowok itu tidak pernah memberi respon.
"Belok mana lagi nih?" tanya Raihan ketika sudah memasuki daerah perumahan Salsa
"Kanan"
Raihan lalu membelokkan motornya ke kanan
"Eh salah! Maksud gue kiri! Putar lagi Han!"
"a***y lo udah SMA masih gabisa bedaiin mana kanan, mana kiri?" Salsa bisa mendengar dengan jelas nada kesal dari cowok itu, Salsa hanya bisa terkekeh
"Bukan gabisa, lupa gue tadi, nah sana tuh rumah gue" Salsa lalu menunjuk sebuah rumah bercat putih
"Ah ini?" Raihan lalu meng-rem mendadak
"Sengaja ya lo rem mendadak?" tuduh Salsa lalu turun dari motor Raihan
"Ga woy! Lo mah tiba-tiba banget bilang kalo rumah lo yang ini" bela Raihan dengan mata yang menjelajahi rumah Salsa
"Udah sana pulang ntar ketauan ama tetangga gue, nih helm lo" Salsa menyerahkan helm merah milik Raihan
"Lah emang kenapa kalo ketauan tetangga? Kayak maling aja"
"Tetangga gue taunya gue anak baek-baek, pinter dan rajin menabung"
"Alah bacot lu, yo dah gue pulang ya, lo mending istirahat aja sana" Raihan lalu memutar balik motornya dan akhirnya hilang dari pandangan Salsa.
Salsa lalu menghembuskan napas panjang dan masuk ke dalam rumah, rumah Salsa bisa dibilang sederhana, bukan rumah yang luas, bertingkat, mewah dan megah. Mendapatkan rumah ini juga untung-untungan karena Jakarta yang semakin padat, niat Salsa pindah ke Jakarta dengan Abang dan Mamanya agar ia mempunyai banyak Quality Time dengan Papanya, tapi hanya sekitar 5 bulan Papa Salsa di Jakarta, ia sudah ditugaskan diluar kota lagi. Dan Ros, Mama Salsa akhirnya memutuskan untuk menetap di Jakarta karena usaha bisnisnya yang mulai berkembang.
Beribu pikiran menghantui Salsa saat ia membuka pagar dan mendapati motor Bang Adit
"Assalamualaikum" Salsa masuk ke rumah sambil memberi salam
"Cie siapa tuh?"
Mampus.
Siapa sangka Bang Adit sudah ada di ruang tengah, tiduran di sofa. pasti tadi dia mengintip Salsa-Raihan dari jendela.
"Bang lo ga ngampus?" Salsa mengalihkan pembicaraan sambil berjalan ke dapur mengambil segelas air
"Lo emang paling pinter ngalihin ya, jawab dulu tadi siapa?" tanya Bang Adit, lagi.
"Temen" jawab Salsa singkat sambil memasukkan botol ke dalam kulkas
"Oh temen, leh uga sih mirip cowo di drakor yang sering lo nonton haha"
"Serah lo mau ngomong paan, tapi please jangan ngasih tau Mama ya Bang" minta Salsa dengan tampang serius sambil duduk di sofa seberang Adit
"Eh? ini ciki gue?" tanya Salsa lagi ketika matanya tertuju pada sebuah bungkusan di atas meja
"Yoi tuh gue ganti. Ngasih tau paan? Bilang lo dianter pulang cowok?"
"Biasa aja kali" sambung Bang Adit lagi
Mama dan Papa Salsa sangat anti jika anak gadis satu-satunya itu 'dekat' dengan pria, hanya saja mereka tidak tahu, Salsa punya mantan yang tersebar di berbagai daerah.
"Alah lo mah bang bilangnya gabakal kasi tau ntar ntar ngasih tau Mama ama Papa"
"Gue janji, yang ini gabakal kok"
Tiba-tiba terdengar bunyi klakson di depan rumah Salsa
"Mama tuh, awas ya ngasih tau" ancam Salsa ke Abangnya itu dan hanya di balas anggukan
Syukurlah Mama Salsa pulang hanya berselang beberapa menit dari Salsa, sehingga ia tidak perlu ketahuan.
"Assalamualaikum" Mama Salsa memberi salam ketika masuk ke rumah
"Waalaikumsalam" jawab Bang Adit dan Salsa bersamaan
"Eh Salsa udah pulang? Tadi mama mau jemput kamu, tapi pas lewat depan sekolah udah sepi"
"Baru aja pulang mah he-he"
"Adit, tolong masukin mobil ke garasi ya, eh kamu kok ga ngampus?" Mama Salsa ini memang punya sejuta pertanyaan
"Gaada dosen mah, sini kuncinya" jawab Bang Adit asal sambil keluar untuk memasukkan mobil ke garasi,karena Ros paling tidak bisa memarkirkan mobilnya itu, kadang hanya diparkir di depan rumah saja
"Mama dari mana?" tanya Salsa basa-basi
"Itu loh Mama masih nyari tempat buat usaha cafe mama nanti, tapi kayaknya nyari tempat yang bagus di Jakarta susah banget"
"Iya sih Ma, kan udah kepake semua hahah" balas Salsa
Ros memang sedang ingin membuat cafe di daerah Jakarta. Salsa tidak bisa membayangkan bagaimana sibuknya wanita yang sudah berusia kepala empat itu, karena Ros juga seorang desainer yang punya hobi memasak.
"Emang mama mau bikin cafe kayak gimana sih? Mending gausah deh, Mama nanti gaada waktu ngurusin"
"Yang paling penting itu, lokasinya mesti strategis, ramai, yang sering di lewatin anak-anak sekolah kayak kamu"
"Oh, Nanti kalo Salsa liat tempat di sewaiin gitu, Salsa kasi tau ya"
"Sip deh, eh kamu sana ganti baju dulu ih"
"Ya" balas salsa singkat dengan malas ia masuk ke kamar
Masuk di kamar, tidak membuat Salsa segera mengganti bajunya, dia hanya menyalakan AC dan tidur-tiduran di kasur, jangan heran kalau baju Salsa sering kusut, karena pagi harinya ia sangat malas menyetrika kembali bajunya kusutnya itu.
Notifikasi line terlihat jelas dari handphonenya
Alvin menambahkan anda sebagai teman
"ANJIRRRR!" Salsa udah setengah berteriak saat melihat notifikasinya itu, dan ada satu pesan dari Alvin.
Alvin : Sa? Gimana? Udah lo liat hasil ulangan b.inggris lo belum?
Alvin : btw add back ya
Salsa lalu mencari kertas ulangan bahasa inggrisnya di meja belajar, tapi tidak ia temukan.
Setelah membongkar dan mencari kesana kemari yang dicari pun akhirnya ketemu, kertas itu terselip di buku bahasa inggris. Salsa memperhatikan selebaran itu, angka 82 terlihat jelas di sudut kanan atas. Itu artinya Salsa tidak perlu remedial, karena standar kkm di sekolahnya ada 80. Yah meskipun hanya lebih 2 angka.
Salsa lalu membalas line dari Alvin.
Salsa : Oh iya sorry ya baru cek hp gue hehe
Salsa : Udah gue liat nih. 82
Alvin : Ajarin gue ya pls
Alvin : Besok kita belajar bareng pulang sekolah
Alvin : Tempatnya nanti kita tentuiin bareng
Salsa lagi-lagi nyaris berteriak, dia mangap mangap karena sulit bernafas dan jantungnya yang semakin berdebar, tapi ia sebisa mungkin menahannya dan bersifat santai saat membalas pesan Alvin
Salsa : Sip deh
Salsa : oiya lo dapet id gue darimana?
Alvin : bukan id lo sih, info kontak
Alvin : Dari Raihan
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Salsa lalu beralih meng-line Raihan.
Salsa : Woy
Salsa : Lo kirimin info kontak gue ke alvin?
Salsa : Baek bgt sih lo
Salsa : Chu
Raihan : Y
Raihan : Makasih kek
Raihan : Gue tau gue baek
Salsa : Makasih hehe
Raihan : Udah sana line-an ae ma alvin
Salsa : sirik ae lo
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
oke Salsa meralat kata-kata dia sebelumnya yang mengatakan kalau Raihan tidak berguna. Karena sebenarnya dia sangat berguna. Sangat.