4

1081 Words
Sosok Alvin yang tinggi ternyata sudah berdiri di depan pintu kelas Salsa dengan senyum yang siapa saja melihatnya akan tergila-gila padanya. Sekarang Salsa sadar mengapa Alvin begitu digandrungi banyak wanita. "Gue boleh masuk kan?" tegur Alvin yang membangunkan Salsa dari lamunannya "E-eh Alvin, masuk sini! Ngapaiin kayak satpam di depan pintu" Nia mulai sokab alias sok akrab Alvin lalu masuk ke kelas dan langsung duduk di bangku Raihan-- samping Salsa "Kenapa Vin? Udah lama ya disitu?" tanya Salsa "Ekhem" terdengar suara batuk yang dibuat-buat dan siapa lagi kalo bukan Nia, anak alay bin ajaib. Dan hanya dibalas bulatan mata oleh Salsa "Weits to the point amat haha belum kok, baru aja" jawab Alvin sambil tertawa yang bikin lesung pipinya makin dalam. Dan berlipat-lipat lebih tampan Salsa mulai tidak fokus karena senyum Alvin "Ga, 'kan biasa lo lewat-lewat aja depan kelas gue kan, ga pernah singgah" "Iya deh nanti gue sering singgah haha oiya kaki lo udah sembuh?" tanya Alvin sambil melihat ke arah kaki Salsa "Ah? Udah udah kok" jawab Salsa dengan hati berbunga-bunga karena Alvin ternyata ke kelas hanya untuk menyakan keadaannya "Syukur deh, mau nanya nih, lo udah ulangan harian bahasa inggris belom?" Salsa nampak berpikir dan balik ke arah Nia yang dibalas anggukan "Um i-iya udah" jawab Salsa "Udah? Lo Tuntas ga? Atau remedi?" tanya Alvin lagi "Aduh gue dapet berapa yaaa lupa nih gue" Salsa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal "Entar deh di rumah gue cek, soalnya kertas ulangan gue ada di meja belajar hehe" sambung Salsa dengan cengirannya "Semoga tuntas deh Sa, soalnya gue remedi nih, dan disuruh ama Maam Yuli buat ngerjaiin ulang soalnya, dikelas cuman 2 orang aja yang tuntas, jadi gue nyari temen biar bisa ngerjaiin bareng kalo emang ga tuntas, dan ngajarin gue kalo dia tuntas" Sebuah bungkusan mendarat di meja Salsa "Tuh titipan lo" kata Raihan yang baru saja kembali dari kantin "Ga pake lempar juga kali Han, ew" balas Salsa dengan aksen 'ew' yang sering ia ucapkan "Bilang apa?" tanya Raihan seperti orang tua yang baru saja memberikan anaknya coklat "Makasih!" Balas Salsa sambil memperlihatkan giginya yang berderet "Han, lo mau duduk disini? Maaf gue pinjam bentar kursi lo" kata Alvin yang mungkin risih seperti tidak dianggap "Ah gapapa duduk aja, gue mau turun lagi kok ada urusan bentar di bawah" "Duluan ya!" sambung Raihan sambil berjalan keluar kelas dan hanya dibalas anggukan dari Alvin "Raihan tiap hari ngebeliin lo snack?" tanya Alvin menyelidik selepas Raihan pergi "Raihan? Beliin gue snack? Hahaha ga lah, gue titip aja sama dia soalnya lagi males turun hehe" jawab Salsa sambil membuka snacknya "Oiya nih? Lo mau?" "Gausah, gue cabut dulu ya" pamit Alvin "Okey" balas salsa, padahal ia masih ingin berlama-lama dengan cowok itu "Jangan lupa ngabarin gue ya Sa, biar gue bisa atur jadwalnya buat belajar bareng" "Sip deh!" Saat Alvin keluar kelas, Salsa tak henti-hentinya senyum sendiri, ia benar-benar seperti orang kasmaran sekarang. Nia hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah sahabatnya itu. * "Sa, lo ga lupa sesuatu?" tanya Raihan di tengah-tengah pelajaran Bahasa Indonesia, Raihan memang mempunyai kebiasaan senang mengajak ngobrol di jam belajar "Lupa? Apaan?" "Serius gaada?" tanyanya lagi memastikan "Emang lupa apaan sih gue ga lupa apa-apa perasaan" "Yaelah itu kan perasaan lo doang haha" "Lupa apaan sih Han? Ya kalo gue lupa diingetin gitu" "Gausah sih, gapapa, bagusan kalo lo lupa" Salsa nampak berpikir. Berpikir keras, tiap detail kejadian hari ini terputar lagi di otaknya "ANJIR KEMBALIAN GUE LIMA RIBUUU!!!" Hening. Krik krik. Semua mata di kelas tertuju pada Salsa, bahkan guru Bahasa Indonesia pun tidak dapat menyembunyikan ekspresi kagetnya. "HAHAHAHAH" ketawa khas Raihan memenuhi seluruh ruangan. Kelas seperti punya mereka berdua sekarang "Salsa, Raihan, keluar kalian! 'kan kalian tahu peraturan di kelas saya itu tidak boleh buat keributan, sekarang keluar kalian!" bentak  Bu Merry yang terkenal punya 1001 aturan di kelas "Maaf bu, saya bisa jelasin kok, tadi itu saya cuman refleks aja bu, serius" jelas Salsa Tanpa elakan sedikit pun, Raihan berdiri dari bangkunya dan hanya dibalas tatapan heran dari Salsa "Yuk" ajak Raihan "Serius lo Han?" "Kan disuruh keluar yaudah gue keluar" balas Raihan enteng, tidak peduli seisi kelas yang memandangnya Tidak ada pilihan lain. Salsa lalu berdiri menyusul Raihan yang sudah keluar kelas duluan "Sekali lagi maaf ya Bu, gaakan saya ulangin lagi" pamit Salsa ke guru berkacamata itu "Han, serius nih gapapa kita di keluarin kayak gini?" tanya Salsa sambil berlari kecil berusaha menyamakan langkah kakinya dengan Raihan "Ya santai aja kali, kan tuh guru juga yang nyuruh keluar, lagian bagus kan, gausah belajar hahah" "Ya gue tau lo belum sampe setahun disini, tapi gue yakin lo bakal lakuiin apa yang gue lakuiin tadi" sambung Raihan "Kembalian gue mana?" tagih Salsa setelahnya "Nih nih duit 5 ribu yang bikin lo di keluarin dari kelas haha" ledek Raihan sambil memberikan uang berwarna coklat itu ke Salsa "Gara-gara lo juga gue kayak gini nih" "Temenin gue yuk" ajak Raihan "Ah kemana?" * "Gue kira seorang Raihan Al-Wahid gatau main basket" Salsa dan Raihan sekarang ada di Lapangan basket SMA Jaya Negara, Sekolah ini punya se-gudang fasilitas, mulai dari Lapangan yang ada 3, lapangan basket, lapangan indoor dan outdoor  yang letaknya di tengah-tengah sekolah, lapangan indoor biasanya untuk latihan anak cheers,futsal dan kegiatan lainnya "Ya meskipun gue kapten tim futsal, gini-gini gue juga jago basket kali" jawab Raihan sambil men-dribble bola dan melempar ke arah ring dan masuk. "Emang lo suka olahraga banget ya?" kata Salsa yang duduk di bangku pinggir lapangan sambil melihat kearah Raihan yang terkena paparan sinar matahari "Gasuka banget sih, gue sukanya sama lo doang" Deg. Please bilang kalo Raihan salah ngomong sekarang Salsa berusaha santai, "Yah tapi gue sukanya sama Alvin" "Emang tadi gue bilang apa?" tanya Raihan dengan tangan yang masih sibuk dengan bola basketnya "Lo kan tadi bilang gue sukanya sama lo doang" "Iya gue juga suka sama lo doang kok" kata Raihan dengan tawanya dan melempar bola sekali lagi ke ring "Anjir Raihan maksud lo gimana sih! Gaje banget" kata Salsa sambil menghampiri Raihan dan berdiri tepat di sampingnya "Oke gue akuiin,  gue suka sama lo Han" dari nada bicara Salsa dia nampak serius tapi tidak memperhatikan Raihan yang membeku di tempat karena kalimat Salsa yang tadi "SUKA PENGEN NABOK!!! HAHAHA" sambung Salsa lagi dengan 'ketawa setan'nya lalu berlari sebelum dia benar-benar ditabok oleh Raihan. Mereka berdua tidak peduli sudah berapa kali lari-larian di koridor sekolah yang sepi karena belum pergantian jam pelajaran, hanya karena kalimat 'suka' bisa membuat mereka kejar-kejaran tidak jelas seperti Tom and Jerry. "Nah dapat lo sekarang!!" kata Raihan yang mendapati Salsa seperti sudah nyerah, capek kejar-kejaran Tidak ada perlawanan dari Salsa, malah dia terlihat kelelahan, mungkin karena panjang koridor yang tidak bisa dibilang pendek "Sa? Lo gapapa kan?" tanya Raihan menyadari perubahan mimik wajah sahabatnya itu Salsa masih nampak sibuk mengatur napasnya. "Lo capek? Mau gue beliin minum?" tanya Raihan lagi yang mulai khawatir karena Salsa tidak juga merespon perkataanya Cuman butuh satu detik, seulas senyum terukir dari bibir Salsa, "Ga, gapapa kok"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD