"Caper banget sih lo sama alvin!"
"Woi gausah sok kecantikan deh tampang lo ga banget buat alvin"
"Kak, pacaran ya ama kak alvin?"
"Sok banget sih lo tae"
"Ngebet eksis banget ya neng?"
"Lah anjir sapa lagi nih nge-ask gue anon semua lagi" ucap Salsa yang tengah belajar untuk presentasi besok, tapi karena pertanyaan di aplikasi ask.fm itu lebih penting sekarang, ia memutuskan menutup bukunya dan fokus pada sejumlah pertanyaan yang bisa dibilang lebih mengarah pada judge.
Semenjak kejadian kaki Salsa keseleo dan harus digendong Alvin, Salsa jadi sering menjadi korban send hate oleh orang-orang yang bahkan untuk menunjukkan namanya saja tidak berani.
"Alah sok panggil 'kak' padahal seangkatan ew" ucap Salsa dengan mata yang masih mengarah ke handphonenya.
[chat on line]
Salsa: Hannn gue di judge di ask.fm anjir
Salsa : *send pict*
Salsa : han
Salsa : Woi
Salsa : Balas
Salsa : Eeq
Raihan : Lah terus?
Raihan : Syukurin
Raihan : *sticker ngakak*
Salsa: Anjir lo balas lama amat
Salsa: Habis ngapaiin sih lo
Raihan : Latihan futsal neng
Salsa : 3jam?
Salsa : *sticker bete*
Raihan : Abis latihan, nongkrong dulu
Raihan : *sticker*
Salsa: Terus ini gue gimana dong?
Salsa : Gue bales apa ke haters?
Salsa : Cielah gue juga udh ada haters
Salsa : Berasa artis astaga
Salsa : Warbyasah
---------------------------------------------------------------------------------------------------
"Lo emang gaada gunanya, Han" dengus Salsa sambil melempar handphonenya ke kasur lalu melirik jam dinding kecil yang tergantung di kamarnya. Masih jam 8 malam dan artinya ia masih punya banyak waktu untuk menonton drama korea favoritnya.
Sebelum ritual nonton, Salsa mempunyai kebiasaan untuk mencari sesuatu yang bisa di kunyah alias camilan.
"Ma! kacang abis ya?" Salsa setengah berteriak ke arah kamar Mamanya yang kebetulan dekat dapur dengan tangan yang masih menjelajahi isi kulkas
"Abis!" jawab Mamanya tak kalah keras dengan teriakan Salsa
"Chiki ku mana Ma?!" teriak Salsa lagi
"Apasih Sa, ribut banget Mama nonton dangdut nih" oceh Mama Salsa yang baru saja keluar dari kamar
Mama Salsa, Tante Ros
Baik tapi Jahat(?)
Jarang dirumah
Suka nonton acara dangdut
Pelit ngasih duit jajan
Kerjanya marah-marah
"Ini camilan aku kemana semua?" tanya Salsa jengkel sambil menutup kulkas
"Ya ga tau, emang kamu pernah liat Mama makan camilan kamu? Ga kan" jawab wanita parubaya itu dengan daster yang membalut tubuhnya
"Coba tanya kakak kamu" sambung Ros lagi sambil masuk ke kamar
Salsa lalu menuju kamar kakaknya
"Bang, ciki gua mana semua?" tanya Salsa to the point tanpa acara ketuk pintu dan langsung masuk di kamar kakaknya
"Woi udel dinosaurus! Ketok dulu kek, lo mah kayak meong aja langsung masuk, untung gue lagi pake baju, kalo gak?"
Aditya Putra Wijaya
Kakak Salsa
Kuliah Jurusan teknik
Gonta ganti cewek mulu
Ngebet nikah
"Ya lagian sapa suruh ga dikunci" jawan Salsa enteng dengan wajah tidak bersalahnya, ia melipat kedua tangannya di bawah d**a dan bersandar di pintu kamar kakaknya
"Chiki gue mana?" tanyanya lagi karena belum mendapatkan jawaban yang ia cari
"Lah lu pikir gue engkong penjual ciki? Gaada! Gue ga pernah makan ciki lo" sergah kakaknya
"Terus itu apa?" Salsa mengarahkan dagunya menuju tempat sampah di kamar kakaknya. Dan benar saja, sebuah bungkusan chiki tergeletak tak berdaya.
"He he he malam itu gue laper banget serius Sa, makanan udah abis kan, gue liat ciki lo itu jadi yaaa he he he" cengir bang Adit
"Gamau tau bang, ganti pokoknya!"
"Iye ntar gue ganti deh, ciki gituan juga goceng doang "
"Sekarang bang gue mau nonton drakor masa ga ngunyah" rengek Salsa
"Nanti deh, udah sana keluar aja nih makan ini aja nih" bang Adit mengambil sesuatu dari dalam tasnya
"Paan tuh?" tanya Salsa penasaran
"Gatau nih temen gue dari mana gitu lupa, nih ngasih kacang paan gatau gue ambil aja" Bang Adit melempar sembuah bungkusan ke Salsa dan ditangkap sempurna olehnya
"Mayan deh, yodah, chiki gue jangan lupa yaaa bay" kata Salsa sambil menutup pintu kamar bang Adit
Entah kenapa, Salsa bisa jadi orang terberuntung di dunia, parasnya yang manis, dan bentuk tubuhnya yang cukup ideal menjadi daya tarik tersendiri. Padahal Salsa termasuk orang yang doyan makan tapi badannya tidak pernah mengalami kenaikan yang berarti.
***
"Sa, kemarin gue line lo tapi di read doang anjir tega banget lo" protes Raihan di tengah-tengah pelajaran bu Sarinah, guru fisika
"Biasa, nonton drakor" jawab Salsa santai sambil terus menyalin rumus di papan tulis ke buku catatannya
"Lebih pentingan drakor dari gue, gitu?"
"Yaiyalah pentingan oppa gue daripada lo" balas Salsa "Lagian lo sih, balasnya lama banget, padahal minta pendapat lo, gue balas apaan yang di judge itu" sambung Salsa lagi
"Lah lo minta pertanggung jawaban Alvin lah, kan dia yang bikin lo kena judge" balas Raihan
"Ehem, Salsa, Raihan. Ngomong sekali lagi, sepatu saya melayang nih" tegur Bu Sarinah yang bikin Salsa dan Raihan bergidik ngeri. Padahal Bu Sarinah masih jiwa muda, tapi kalau lagi di dalam kelas dia bakal tegas, dia akan berubah asik jika sudah tidak menyangkut pelajaran.
"Serem amat Bu" balas Raihan yang di balas tawa Salsa
*
Bel istirahat berbunyi menandakan jam pelajaran ke-5 sudah berakhir, siswa maupun siswi kelas 11 IPA 3 pun membubarkan diri menuju tujuan masing-masing, kantin.
"Ni! Lo pengen ke kantin ga? Titip dong" pinta Salsa sambil membalik badannya menghadap ke Nia saat bel istirahat baru saja berbunyi
"Ga Sa, gue sibuk banget nih" balas Nia dengan mata dan tangan yang bekerja bersamaan
"Etdah itu paan sih?"
"Waktu itukan pas gue ga dateng, ada catatan Sejarah, lo mah ga ngasih tau jadi ini gue kejar biar ga ketinggalan, lo kan tau Pak Arif tiap minggu ngasih catatan se-abrek" jelas Nia
"Gue ga ngasih tau soalnya gue juga ga nyatet pas itu, hoamin banget anjir sejarah" balas Salsa
"Yaudah dikerja atuh neng, besok sejarah loh"
"Alah bodo amat dah, ye gak Han?" Salsa berbalik ke sampingnya meminta penyetujuan dari seorang Raihan
"Serah lo dah" balas Raihan cuek sambil melipat kacamatanya dan memasukkannya ke tempat kacamata.
Jadi Raihan bukan cowok kacamataan, tapi dia pakai kacamata hanya saat jam belajar saja, meskipun sudah duduk di bangku kedua dari depan, tetap saja dia tidak bisa melihat tulisan di papan tulis dengan jelas. Efek karena Raihan suka main game mungkin, jadi dia pakai kacamata minus. Lucu sih liat seorang Raihan pakai kacamata, Salsa selalu menyuruh Raihan pakai kacamatanya rutin, diluar dari jam belajar, tapi Raihan tetap menolak.
"Kalo nyimpen kacamata pasti mau keluar nih" kata Salsa dengan nada menggoda
"Yoi, ke kantin yuk?" ajak Raihan ke Salsa
"Yah Han, sekarang gue males terlihat oleh setan setan diluar sana, gue selalu disinisin ama mereka" jawab Salsa mendramatis
"Ya sinisin balik lah, susah amat" Raihan lalu beranjak dari kursi
"Yah, Han titip dong please yaaa" Salsa sudah mengeluarkan jurus puppy facenya dan Salsa yakin Raihan tidak akan bisa menolak
"Yaudah, paan?"
Tuhkan.
"Chitato 2 ama Aqua satu" balas Salsa antusias sambil memberikan selembar uang 20 ribuan ke Raihan lalu diterima olehnya
"Cepetan ya Han gue laper" teriak Salsa dari depan pintu saat Raihan sudah berada di koridor
"Ya anjir gue dikacangin" Salsa berbicara pada dirinya sendiri sambil masuk ke kelas dan diam melihat ke arah Nia yang masih tekun menulis
"Lo ga turun jajan Sa?" tanya Nia dengan mata yang masih fokus ke buku
"Males" jawab Salsa sekenanya
"Tumben"
"Lo tau ga Ni!! Gue dijudge abis-abisan di Ask.fm!! Anjir pada anon dan ngespam" nada bicara Salsa naik beberapa oktaf dari nada 'males' sebelumnya
"Ha serius?! Terus lo balas apaan?" Nia lalu menghentikan aktifitasnya
"Gatau gue shock kan dapet begitu banyak question taunya dari haters. Gatau mau bales apaan"
"Yaudah sih abaiin aja" jawab Nia lanjut menulis
"Lo kan juga sering dapet anon kan? Yang fansnya Raihan" sambung Nia
"Tapi kan yang Raihan cuman anon kepo yang nanyaiin gue pacaran ama dia apa ga, nanyaiin id line Raihan, blablabla bukan yang ngejudge kek gini"
Nia lalu berhenti nulis untuk kedua kalinya dan menghadap ke pintu.
"Sa, balik deh" bisik Nia
Salsa yang duduk berlawanan arah dengan pintu lalu berbalik