Sesampai nya kami dirumah, kami langsung saja membersihkan diri lalu bersantai diatas ranjang.
"Mau nonton film tidak sayang?" ucap mas herman
"Boleh mas, emang nya film apa?"
"Film action, sebentar ya mas putarkan"
Setelah film diputar, kami langsung menonton bersama. Saat film sedang menapilkan adegan dewasa, kami berdua sama sama canggung, padahal kami sudah sering melakukan nya.
Entah karena hari yang sudah semakin larut, atau sangat nyaman nya pelukan mas herman, sampai rasanya aku mengantuk, dan tidak terasa aku sudah tertidur.
Melihat ku sudah tertidur di dalam pelukan nya, mas herma langsung saja menutup film nya, dan langsung ikut tidur bersama ku, dengan tetap memeluk ku.
*******
Tidak terasa jam sudah menunjukan pukul enam pagi, aku segera bangkit untuk menyiapkan sarapan. Hari ini mas herman tidak ada jam meengajar, jadi mungkin saja dia akan dirumah seharian ini.
Saat kami selesai sarapan, gegas ku bersihkan meja makan, lalu aku kembali keatas untuk mandi. Saat sedang mandi, tiba tiba saja mas herman ikut masuk dan bergabung dengan ku, dia memeluk ku dari belakang sambil tangan nya menggenggam gunung kembar ku.
"Mas, kamu mau ngapain?" tanyamu
"Mau ikut mandi bareng kamu, kita mandi bareng ya"
Aku yang tahu kalau dia sedang ada maksud tertentu, segera mengiyakan saja.
Tiba tiba saja mas herman membalikan badan ku, lalu menghisap gunung kembar ku. Sambil tangan sebelah nya menjelajah vag*naku.
"Aahhhh... mmhhhh.. sshhhh" itulah yang ku ucapkan.
"Sayang I LOVE YOU" bisiknya. Lalu menjilat telinga ku, membuat birahi ku semakin naik
Tiba tiba saja mas herman berlutu di depan ku, di menghisap vag*naku. Dan ku rasakan nikmat sekali di bawah sana.
Begitu lah mas herman, dia selalu tidak mau ketinggalan soal itu, padahal pernah ku bilang itu jorok, tapi dia mengatakan bersih, karena aku istri nya.
Sambil menghisap, dia memasukan satu jari nya kedalam, lalu mengobok obok nya.
Ah rasanya nikmat sekali.
"Aaahhh... mas her.... aahhhh..
enak mas.. ahhh.. lebih kencang mas" desah ku
Mas herman langsung mempercepat kegiatan nya, tanpa menunggu lama, tiba tiba saja cairan ku menyeprot keluar dengan bayak. Mas herman memainkan nya dengan tangan nya, lalu dengan bibir nya.
Sungguh perlakuan dia terhadap ku sangat memuaskan.
aahh... aahh... ahhh...
hanya itu yang keluar dari bibir ku.
Mas masukin ya sayang. Mas pengin ngerasain sensasi di dalam kamar mandi.
Aku hanya menganggu saja.
Dengan pelan pelan mas herman memasukkan miliknya kedalam milikku.
"Aahh sayang, kenapa kamu masih sempit saja sayang, buat mas makin tambah cinta" ucapnya
"aaaakkhhhhh..... ahirnya masuk dia sayang. mas mulai yah"
Akhirnya mas herman memompa miliknya dengan perlahan, sambil bibirnya sibuk mencium dan menjilati telinga dan leher ku.
"aahh ahhh masss, enak mas, ahhhhh,, lagi mas" ucapku
Mas herman makin bersemangat mendengar ucapan ku, dia meremas kuat gunung kembar ku, lalu menggesekan jari nya bagian bawah ku.
"Aahhh sayang aahhhhhh..
ahh her.. ma an...."
Aku keluar untuk yang kedua kalinya, memang mas herman terlalu jago untuk hal ini.
"Ahh.. sayang... ahhh din..na...
ahh ahhh" desah nya sambil memompa ku sangat kencang, aku sampai merasa lemas tidak berdaya.
"aakhhhhhhhhhhhhh" teriakan mas herman cukup kuat sekali. Ternyata dia keluar, banyak sekali cairan miliknya yang di semprotkan kedalam rahim ku.
" capek sayang? " tanya mas herman
"capek banget mas"
"yasudah yuk segera mandi lalu istirahat, sini mas bantu"
Setelah selesai mandi, kami pun langsung istirahat saja. Ini pertama kalinya bagi kami b******a di pagi hari dirumah, dan dikammar mandi rumah.
Waktu itu pernah juga aeperti ini namun dalam keadaan sedang honeymoon.
Tidak terasa setelah lama kami terlelap, jam di dinding sudah menunjukan pukul 2 siang.
Mas herman yang sudah bangun lebih dulu memesan makanan dari ojol saja.
Saat makanan sudah datang, aku dibangunkan oleh mas herman, segera aku memakai piyama saja lalu turun kebawah karen sudah lapar juga.
Kami segera memakan makan siang kami yang sudah terlambat ini.
Selesai makan siang kami masuk lagi ke kamar untuk beristirahat. sungguh kami tidak menyia nyiakan waktu bersama ini.
Saat waktu sore tiba, mas herman yg terbangun duluan malah menghisap gunung kembar ku, aku yang merasa geli langsung terbangun.
"mmmhh...." ucapku
"maaf ya sayang, mas membangunkan kamu. Mas pengin lagi sayang" ucapnya
"Lakukan lah mas" ucapku
Lalu tanpa ragu, mas herman melakukan nya lagi.
Di siang menjelang sore itu kami kembali lagi b******a. Dan hanya suara desahan desahan saja yang terdengar.
"Aahh mas.. aahh..."
"Aahhh sayang ahh... ahh enak banget sayang. Ah punya mas di jepit punya kamu. aahhhhh" langsung saja mas herman mengeluarkan cairan miliknya lagi dengan banyak kedalam rahimku.
Hari ini kami kembali menggila seperti saat honeymoon, entah mengapa mas herman seperti ini.
Segera aku masuk kedalam kamar mandi untuk berendam di bathup dengan air hangat, untuk menghilangkan pegal pegal di tubuh ini akibat gempuran yang di buat oleh mas herman.
"Ternyata benar, berendam di bathup dengan air hangat sangat membantu menghilangkan pegal pegal di badan ku" ucapku dalam hati
Selesai mandi, ku lihat mas herman masih tertidur, ku biarkan saja, karena dia pasti sangat kelelahan.
Lebih baik aku segera turun dan memasak untuk makan malam kami.
Aku hanya memasak yang simple saja, ayam goreng, tumis kangkung dan sambal terasi.
Tepat setelah hampir selesai masak, mas herman turun kebawah, namun dia belum mandi.
"Ih mas, mandi dulu sana, jorok banget" ucapku
" Nanti saja sayang, mas laper banget nih. Masakan kamu wangi banget" ucapnya
Akibat terlalu senang di puji, aku pun tidak protes lagi, dan mengambil kan makan malam untuk mas herman. Mas herman menyantap nya dengan lahap.
Memang sih, masakan ku tidak seenak restoran mahal, namun masakan ku masih pantas di makan kok, bahkan mas herman bilang, masakan ku enak. entah dia hanya memuji istri nya saja, atau benar memang enak rasanya.
Saat malam tiba, mas herman melakukan aktifitas nya memeriksa tugas rumah murid muridnya, dan aku hanya sesekali memerhatikan dia dan sambil menonton televisi saja. Karena acara televisi yang sangat membosan kan.
Tanpa sadar aku pun tertidur di depan televisi, mas herman yang mengetahui nya lantas segera menyiapkan pekerjaan nya dan menggendong ku untuk ke kamar.
Sampai di kamar, kami sudah menyelami alam mimpi masing masing, dikarekankan aktifitas hari ini yang membuat kami sangat kelelahan.