part 18

1024 Words
Malam semakin larut, aku yang kesal dengan sikap mas herman tadi lebih memilih segera tidur saja. Tak lama kemudian mas herman pun masuk kamar dan naik keatas ranjang, ku rasakan tangan kekar nya memeluk ku, namun aku diam saja agar dianggap sudah tidur. ******* Pagi hari, aku yang masih dalam keadaan ngambek, tetap mengerjakan pekerjaan ku, tetap melayani kebutuhan mas herman. Tapi hari ini beda, setelah selesai masak aku tidak membangun kan nya, ku biarkan dia bangun dengan sendiri nya. "Sayang kok tidak banguni mas?" tanya mas herman. "ku fikir mas akan dibanguni sama siswi siswi mas yang genit genit itu jawab ku "Ih kalau cemburu gini buat mas tambah cinta" ucapnya sambil mencolek pipi ku. Aku tidak merespon nya, segera kuambilkan makan pagi mas herman agar dia segera sarapan dan berangkat kerja, kalau lama lama nanti beda cerita lagi, jurus ngambek ku hilang. "Sebagai permintaan maaf mas, gimana kalau nanti malam kita dinner?" "terserah mas saja" jawab ku "oke, nanti mas atur ya sayang. Mas berangkat mengajar dulu" ucap mas herman lalu menyodorkan tangan nya agar aku mencium nya seperti biasa, dan kemudian dia mencium kening ku. Setelah mas herman berangkat, aku bereskan meja makan, lalu aku naik keatas untuk sekedar merapikan kamar. Saat sudah siang hari, tiba tiba saja ada seseorang yang mengetuk pintu, setelah mu buka ternyata ojek online. " Ada perlu apa ya pak "tanyaku "Oh ini bu, ada gosen paket atas nama ibu dina"ul ucapnya. Aku yang merasa tidak memesan apapun kebingungan. Tapi tiba tiba saja ada pesan masuk di ponsel ku, ternyata dari mas herman. "Sayang, apa paket nya sudah sampai? Dimakan yah, itu kesukaan kamu" isi pesan nya Oh ternyata ini dari mas herman, gegas ku ambil paket tersebut dan segera menutup pintu. setalah ku buka ternyata spagheti carbonara kesukaan ku. Mas herman ada ada saja deh. "Sudah sampai paket nya mas, kenapa tiba tiba mengirimi aku paket mas?" "Sebagai permintaan maaf karena sudah membiarkan istri mas ini ngambek" ucap nya "Iya deh, terima kasih ya mas" " Sama sama sayang, di habiskan ya" "oke siap pak guru" balasku Langsung aku memakan nya, karena emang ini makanan kesukaan ku. ******* Tokkk.. tokk.... Tiba tiba ada yang mengetuk pintu lagi, gegas saja aku menuju pintu dan membuka nya, ternyata setelah ku buka, terlihat seorang wanita yang lebih dewasa diatas ku, seperti nya dia guru seperti mas herman. Mungkin teman nya mas herman, coba ku tanya saja. "Maaf, cari siapa ya" tanyaku "Apa benar ini rumah herman? saya santi mantan pacar herman" ucap wanita itu deg.. mantan? Idih, ada apa lagi sih ini, kelihatan nya saja mas herman dingin, tau nya dia di kelilingi wanita wanita agresif. "Ada perlu apa ya mbak?" tanyaku "begini dik, apa boleh saya meminta nomor herman, seperti nya herman ganti nomor, karena coba saya hubungi tidak bisa, ada yang ingin saya bicarakan" "oh dia kira aku ini adiknya mas herman, oke aku ladeni saja dulu untuk mencari informasi" ucapku dalam hati. "Kalau boleh tau ingin bicara apa ya mbak? Saya tidak berani memberi nomor mas herman sembarangan, nanti dia memarahi saya. Kalau mbak mau ada yang disampaikan, nanti akan saya sampaikan dengan mas herman." ucapku "Begini dik, hubungan kami kan tidak direstui sama mama nya herman, itu sebabnya herman memutuskan saya, dan saya ingin bicara lagi dengan herman kalau kami harus memperjuangkan cinta kami dan mendapat restu dari mama nya" ucapnya "idih lebay banget, tidak direstui ya cari saja yang lain, kenapa harus ngejar ngejar terus" ucapku dalam hati. "Oke, nanti saya sampaikan sama mas herman ya, sekarang dia sedang tidak dirumah" ucapku padanya " Terima kasih ya dik, kmu baik sekali, senang sekali kalau kita bisa menjadi keluarga, karena kalau adiknya herman, itu bearti adik ku juga. Kalau begitu saya permisi pamit " Segera ku tutup pintu dengan kasar. Lalu ku kirim pesan ke mas herman untuk membatalka dinner nanti malam. Mas herman yang merasa bingung, langsung menghubungi ku, namun kubiarkan saja, tidak ku angkat. Sore hari sudah tiba, mas herman yang baru sampai rumah dan langsung mencari ku. "Sayang, kenapa membatal kan acara dinner kita? Kamu baik baik saja kan?" ucapnya sambil meletakan telapak tangan di kening ku, mengecek suhu tubuhku. "Aku tidak apa apa mas, hanya lagi malas saja. Kamu tidak ingin mandi dulu?" ucapku segera mas herman bangkit lalu mandi. Selesai mandi dia menghampiri ku lagi yang sedang menonton tv. "Kamu kenapa sayang?" tanya nya sambil menggenggam tangan ku. "Kamu di cariin santi mas" ucapku santai "kamu tahu dari mana soal santi?" ucap mas herman "Tadi siang dia datang kesini dan meminta nomor pnsel mu, tapi belum aku kasih. Dia titip pesan, kata dia kalian bisa balikan lagi dan bisa berjuang bersama agar dapat restu dari mama" "Ternyata benar kata mama, dia itu bukan cinta melainkan obsesi. Dia terobsesi untuk bersama ku. Kamu jangan termakan omongan dia dong sayang. Kan kamu istriku." "Mas. Ku fikir kamu pria yang cuek dan dingin, ternyata kamu banyak juga di kelilingi wanita wanita cantik. Apa aku akan kuat dengan semua ini?" "Tidak begitu sayang. Mas kan hanya sekedar bertegur sapa saja dengan mereka. Dan untuk santi, dia itu masa lalu mas, masa lalu yang kelam, dan biarlah tetap menjadi masa lalu" "Entah lah mas, aku bingung harus gimana menanggapi nya, aku pusing dengan keadaan sekitar kamu yang banyak sekali wanita yang mendekati kamu, aku takut kamu lemah iman, lalu pergi meninggalkan ku" "Jangan pernah berfikir seperti itu sayang, mas tidak akan meninggalkan kamu, kamu wanita mas, istri mas. Oh iya, jadi kita makan apa ya malam ini.. Gimana kalau kita makan sate padang sayang, mau tidak? "Boleh deh mas, sudah lama juga tidak makan sate padang. Kalau gitu aku ganti baju dulu" Selesai ganti baju, kami langsung saja pergi untuk makan sate padang. Ternyata sangat ramai orang yang makan, untung nya kami masih dapat tempat yang kosong. "Kamu pesen apa sayang?" "Aku sate padang ayam plus lontong satu saja, terus jus jeruk satu" "mas, sate padang ayam plus lontong nya dua, jus jeruk dua ya" ucap mas herman pada pelayan." Setelah makanan sampai, kami langsung memakan nya dan melupakan semua persoalan tadi. Setelah selesai makan, mas herman membayar nya lalu kami gegas pulang kerumah.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD