Mas ayo bangun, ini sudah pukul enam pagi, kamu kan mau mengajar hari ini.
Mas herman hari ini harus mengajar kembali, karena dia semalam sudah izin untuk tidak mengajar.
"iya sayang" jawabnya
"kalau sudah siap langsung turun ya mas, sarapan" ucapku
"iya sayangku"
Setelah menghabiskan waktu lima belas menit, mas herman kini turun kebawah dengan pkaian yang sudah rapi. Yaaa.. dia selalu rapi, itulah sebab nya dia selalu terlihat cool.
"Ini mas sarapan nya, ini kopi nya"
"terima kasih sayang"
Lalu kami pun makan dengan nikmat. Setelah selesai makan, mas herman segera berangkat mengajar.
"Mas berangkat ya sayang, ingat jaga diri dirumah, kalau mau kemana mana izin dulu sama mas" ucapnya
" iya mas. Mas juga kerjanya yang semangat, jangan genit genit dengan siswi siswi di sekolah". ucapku tak mau kalah
"iya sayang, hati ini sudah menjadi milik Dina Tika Sari" ucapnya
Lalu aku pun menyalami tangan nya, dan dia mencium pucuk kepala ku.
Setelah mas herman berangkat yang kulakukan hanya menonton televisi saja, karen pekerjaan rumah sudah dikerjakan dengan ART.
Tiba tiba saja ponsel ku berdering, ku lihat da sebuah pesan masuk. Ternyata jaka yang mengirim pesan.
"Hai din, gimana kabar nya?
by jaka" isi pesan tersebut
"Iya hai jak, aku sehat kok" jawabku. Tidak ingin terlihat memberi harapan.
" Hari ini axa acara apa din?
kalau tidak ada acara keluar yuk kita nongkrong gitu, ajak juga sih irul dan tiani"
" sorry jak, aku hari ini sedang sibuk, jadi tidak bisa keluar, kalau kamu maau keluar ajak mereka saja dulu ya"
"oh oke din tidak apa apa, mungkin lain kali saja kita nongkrong nya ya.
Semangat untuk kesibukan nya din"
Sengaja tidak ku balas lagi, aku tidak ingin mas herman kembali marah dengan ku, karena dia tidak menyukai aku dekat dengan jaka.
Ternyata hanya menonton tv saja pun bisa bosan, akhirnya aku lebih memilih untuk menonton drama korea saja, kalau ini tidak membosankan.
Setelah berjam jam menonton drama korea tidak terasa aku sudah ketiduran sampai sore.
"Sayang mas pulang" ucap mas herman
"Sayang.. kenapa nonton film nya malah ketiduran sih."
Mas herman lalu membereskan laptop ku dan membenarkan posisi ku.
"Pulang cepat malah sina sedang tidur, lebih baik aku memeriksa tugas anak anak diruang makan saja sambil meminum kopi. nasib deh punya istri pecinta drakor, nonton drakor malah ketiduran, aku malah buat kopi sendiri. Oh iya aku juga harus memeriksa toko, selama ini memang sih laporan nya selalu pas, tapi aku harus ikut memeriksa juga." ucap mas herman.
Aku yang tanpa sadar kalau ketiduran kini telah terbangun.
"Duh malah ketiduran. Loh laptop ku kenapa bisa di meja ya, dan posisi tidur ku kenapa bisa baik begini, siapa yg merapikan semua ini?
apa mas herman?
tapi masa iya dia sudah pulang mengajar, aku cek saja lah dibawah" ucapku sendiri
Saat aku turun kebawah lalu aku langsung mencari keberadaan mas herman, ternyata mas herman sedang berada di meja makan, ku lihat banyak berkas diatas meja beserta laptop nya, mungkin dia sedang memeriksa tuga ank muridnya.
"Mas.. Mas sudah pulang. Kenapa tidak membangunkan aku. Maaf ya aku ketiduran" ucapku padanya
"Tidak apa apa sayang, mas sengaja pulang cepat agar bisa dekat dengan kamu, tapi maaf ya mas jdi bawa kerjaan ke rumah.
Oh iya, jangan di biasakan ya menonton film sambil tidur gtu, jdi ketiduran kan, tapi filmnya tetap jalan, tidak baik itu sayang" ucapnya
"iya mas maaf ya"
Karena hari sangat panas, tiba tiba saja tadi di perjalanan pulang dia membelikan ku sup buah.
"Sayang, mas belikan kamu sup buah, nih"
"ih, terima kasih mas" aku langsung menghampiri nya, dan duduk diatas pangkuan nya lalu mengecup pipi nya.
Namun begitu sadar akan tingkah anehku sendiri, aku langsung turun dan merasa malu. Segera saja ku ambil mangkuk untuk mengalihkan pandangan mas herman.
"mas suka loh istri mas genit gini sama mas. goda mas herman
Aku hanya senyum senyum saja sambil menunduk.
" Tunggu pembalasan mas nanti malam sayang " balasnya sambil tertawa
" Haduhhhh... tuh rasain kamu din, reflek mu itu gak kira kira, diapain kamu nanti malam tuh sma mas herman " ucapku dalam hati
Gegas aku menghabiskan sup buah ku, lalu aku pergi untuk mandi. Tidak lupa setelah selesai mandiaku langsung menyiapkan air mandi untuk mas herman.
Mas herman pun langsung mandi juga.
Saat sudah selesai mandi kami tidak ada kegiatan apa apa. Kami putuskan untuk jalan jalan saja di taman komplek.
Saat dalam perjalanan yang kebetulan kami sedang jalan kaki, tiba tiba saja ada yang menegur mas herman.
"selamat sore pak herman" sapa salah satu siswi
"sedang jalan jalan sore dengan adik nya iya pak?" ucap satu siswi lagi
"Bapak makin ganteng deh kalau pakai kaus begitu" ucap satu siswi yg lain nya.
"Iya sore, kalian juga sedang jalan jalan disini?
jauh sekali bermain kalian". ucp mas herman
"Tidak jauh kok pak, kami hanya iseng iseng saja melihat taman di komplek ini yang katanya indah" ucap siswi itu
"kalau tahu bapak tinggal di komplek ini, kami semakin akan sering bermain di taman ini pak"ucap yang lain nya.
Aku yang dari tadi hanya mendengarkan mendadak menjadi kesal. Sengaja ku percepat saja jalan ku, agar aku segera meninggalkan mereka
"Keliahatan banget tuh mas hermab sangat menikmati ngobrol dengan siswi genit nya, sampai dia tidak menyadari aku sudah tidak berada di samping nya" ucapku sendiri
Saat sedang jalan sendiri tanpa sadar aku melihat taman bermain, langsung saja aku duduk disana, biar saja mas herman mencari ku kebingungan. Lagian siswi genit gtu di ladeni.
Mas herman yang sadar, langsung celingak celinguk mencari ku.
"Bapak tinggal dulu ya" ucap mas herman
"iya pak"jawab mereka serentak
"Duh.. aku keasikan ngobrol sampai melupakan istriku. Pasti dia ngambek nih "ucap mas herman dalam hati
Lelah mas herman mencari ku, akhirnya dia memutuskan untuk pulang.
Aku pun yang menyadari waktu hampir malam akhirnya juga pulang.
Tiba tiba saat sampai dirumah, mas herman langsung bertanya padaku.
"Kamu kemana tadi sayang, mas cariin kemana mana loh" ucap mas herman
" tadi lagi ngobrol sama siswi genit aku mas, sampai aku lupa suamiku kemana " ucapku menyindir dia.
"cemburu nih cerita nya?
ciee istriku cemburu nih?" ucap mas herman mengejek
Aku hanya diam saja,