WARNING !!!!
BACAAN DIBAWAH MENGANDUNG UNSUR DEWASA. JIKA ANDA BELUM CUKUP UMUR MOHON UNTUK TIDAK MEMBACA NYA.
TERIMA KASIH
Sore hari pun tiba, mataku juga sudah tidak sembab lagi. Kami langsung saja pergi belanja bahan makanan sesuai rencana kami tadi.
Sampai di supermaket, aku mengambil apa saja yang aku butuhkan dan juga kebutuhan mas herman.
Setelah selesai aku langsung ke kasir dan membayar nya agar bisa segera pulang, hari ini sangat penuh dengan drama pikir ku.
Sesampainya dirumah, aku langsung menata semua barang belanjaan tadi.
Setelah selesai aku langsung mengeluarkan cemilan yang kami beli tadi, untum kami nikmati bersama.
Kami bersantai sambil saling bermanja manja saja di depan televisi sampai malam.
Saat sudah terlalu malam, mas herman mematikan televisi lalu menggendong ku menuju kamar.
Setelah sampai di kamar, dia berbisik padaku..
"Sayang... mas pengen, boleh tidak?"
Aku yang mengerti maksud dari perkataan nya langsung saja mendorong nya pelan sambil sedikit menjauh, namun mas herman langsung menarik tangan ku sehingga aku terjatuh di atas d**a bidang nya.
"Aww apaansih mas..." ucapku pura pura malu tapi mau
Mas herman langsung saja mencium bibir ku dengan mesra, tangan nya sibuk dengan bukit kembar ku.
Mas herman memperdalam ciuman nya membuat aku kehabisan nafas. Segera ku dorong tubuhnya agar menjauh, gegas aku mengambil nafas sebanyak banyaknya.
Mas herman langsung bangun lalu mendekap ku dengar mesra, dia menj*lat telingaku lalu turun ke leher lalu sampai lah dia pada bukit kembar ku.
Di buka baju serta bra ku, di campakkan entah kemana, lalu dia langsung menyergap bukit kembarku dengan rakus.
Namun tangan nya tidak tinggak diam, dia berhasil meloloskan celana ku, langsung jemari nya memainkan v****a ku.
Aaahhh......
Ahhhh.....
mas her.. maan.... aahhh...
cuma itu yang bisa ku ucapkan.
Mas herman terus melakukan kegiatan nya tanpa terkecoh desahan ku, malah mnurut nya desahan ku membuatnya semakin semangat.
Kini dia semakin turun kebawah, dia kembali menjilati perut ku lalu turun menjilati v****a ku.
Aku merasageli bercampur enak saat dia melakukan itu.
Aahhhh mas.... ahhhhh.....
Aahhhh sayang....
aaahhhh her.. mannnnn.....
aahhhhh......
"Lebih kencang mas...." tanpa sadar ku ucapkan kalimat itu, mas herman yang mendengar nya pun bertambah semangat
Tidak berapa lama v****a ku sudah basah oleh cairan yang ku keluarkan. Tanpa rasa jijik mas herman langsung menjilat nya kembali. Aku blingsatan dibuat nya.
"Mas masukin ya sayang?" tanya nya
"iya mas." jawabku
Dengan pelan pelan mas herman memasukan miliknya kedalam milikku.
"Ah shitt... kamu masih sempit banget sayang"
Dengan bersusah payah akhirnya mas herma berhasil memasukan semua miliknya kedalam milik ku.
aahhh ahhh......
aahhhh... ahhh...... aahhhh....
"Mas herman, aku mau pipis lagi" ucapku
"Keluarin sayang, keluarin tidak apa apa"
Akhirnya aku mengeluarkan cairanku lagi untuk yang kedua kalinya.
"Aahhhh shit.. kamu sempit sekali sayang" ucapnya sambil terus memompa miliknya di dalam milik ku.
"Aaahhhhhh... ahhh... ahhhh....
aku keluar sayang"
Kemudian dia langsung saja rubuh diatas tubuhku, lalu dia mencium kening dan bibir ku untuk kesekian kalinya.
Mas herman mengajak ku untuk ke kamar mandi membersihkan milik kami, aku megikut saja, saat aku mau turun dari ranjang ternyata milikku masih saja terasa sakit.
"Kenapa sayang?
Masih perih ya?
Sini mas gendong saja"
Setelah membersihkan milik kami, mas herman mengoleskan salep anti perih lagi pada milikku, lalu dia menggendong dan menidurkan aku kembali.
Entah karena kelelahan atau karena hari yang sudah semakin malam, kami langsung tertidur nyenyak dengan saling memeluk.