Mengusik Hati

1085 Words

Malam itu, hujan turun perlahan di atas atap rumah besar keluarga Surya. Suara gemericik air yang menetes dari talang terdengar ritmis, berpadu dengan aroma tanah basah yang merembes lewat jendela kamar Sonya. Ia berbaring di ranjangnya, memandang langit-langit kamar tanpa benar-benar melihat apa pun. Pikiran tentang Nada belum juga hilang dari benaknya, meski sudah lewat tengah malam. Surya sudah lebih dulu tertidur di sampingnya, napasnya teratur dan tenang. Namun, Sonya justru gelisah. Setiap kali ia memejamkan mata, wajah Nada muncul — lembut, tenang. Sonya menghela napas panjang. Ia memalingkan wajah ke arah jendela, menatap titik-titik hujan yang menuruni kaca. Hatinya terasa aneh — seperti ada ruang kosong yang perlahan mulai terisi oleh kehadiran gadis itu. “Kenapa aku merasa s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD