Sore mulai beranjak menuju senja. Langit berwarna jingga keemasan, dengan awan yang seolah meleleh di antara sinar matahari yang hendak tenggelam. Di apartemennya yang sederhana, Nada mematut dirinya di depan cermin. Ia mengenakan blus putih polos yang dipadukan dengan rok midi berwarna lembut. Tak terlalu berlebihan, tapi tetap terlihat anggun dan sopan. Nada menarik napas dalam-dalam. Malam ini, ia akan makan malam di rumah Sonya — istri dari Surya, pemilik NCMG. Undangan itu sebenarnya membuatnya gugup. Ia masih belum benar-benar tenang sejak pertemuan pertamanya dengan Sonya beberapa waktu lalu. Ada sesuatu dalam diri wanita itu yang membuat hatinya bergetar aneh… sesuatu yang seperti deja vu dari masa lalu yang tidak bisa ia jelaskan. “Sudahlah, Nada,” gumamnya lirih di depan cermin

