Ancaman Zevan

1461 Words

Sore itu, langit di luar jendela mulai meredup. Cahaya oranye senja merambat pelan ke dalam ruangan Nada, memantul di permukaan meja kerja yang rapi dan bersih. Kantor sudah sepi. Suara langkah-langkah karyawan terakhir yang meninggalkan lantai sudah lama menghilang. Hanya bunyi lembut pendingin ruangan yang tersisa. Nada masih duduk di depan komputernya, menyelesaikan beberapa revisi proposal proyek yang baru saja ia tangani. Rambutnya diikat setengah, wajahnya tampak tenang, seolah dunia luar tak mampu menyentuh ketenangan yang ia ciptakan sendiri. Namun ketenangan itu buyar seketika. BRUKK! Sebuah hentakan keras membuat tumpukan berkas di meja bergetar. Nada menoleh. Matanya langsung bertemu dengan sosok yang sudah sangat ia kenal—Luna. Wajah wanita itu merah padam. Nafasnya membu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD