Nada melangkah menyusuri koridor utama kantor pusat NCMG dengan langkah sedikit tergesa. Tumit sepatunya memantulkan bunyi ketukan ritmis di lantai marmer yang mengilap. Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Baru pagi tadi sekretaris pribadi Surya, bos besar sekaligus CEO NCMG, menghubunginya dan meminta ia datang langsung ke ruangannya. Itu bukan hal biasa. Selama bekerja di perusahaan ini, Nada memang beberapa kali terlibat dalam rapat besar bersama Surya, tapi belum pernah sekali pun dipanggil secara pribadi. Biasanya, semua urusan strategis ia tangani melalui atasannya langsung. Kenapa aku tiba-tiba dipanggil? pikirnya gelisah. Apakah ada masalah dengan laporan terakhirku? Atau justru… ada konsekuensi dari kasus yang sempat menyeret namaku beberapa waktu lalu? Nada berusaha

