Restoran itu berdiri anggun di tengah kota, salah satu tempat paling bergengsi yang hanya digunakan kalangan terbatas. Malam ini, ruangan VVIP yang luas dan mewah itu disulap menjadi arena pertemuan dua keluarga besar. Lampu kristal menggantung megah, menyinari meja panjang yang penuh dengan peralatan makan berlapis emas, sementara alunan musik jazz lembut mengalun dari sudut ruangan. Namun, keindahan ruangan itu sama sekali tak mampu menghapus ketegangan yang menebal. Di sisi kanan meja, Surya duduk tegak dengan jas hitamnya, wajahnya tenang namun sorot matanya tajam, seolah setiap orang yang menatapnya bisa langsung mengerti bahwa malam ini bukan sekadar makan malam biasa. Di sampingnya, Sonya—sang istri—tampak anggun dengan balutan kebaya modern, tetapi ekspresinya kaku, nyaris tanpa

