Ruang rapat lantai dua puluh gedung utama Nusantara Capital & Management Group sore itu dipenuhi hawa panas yang sulit dijelaskan. Pendingin ruangan bekerja maksimal, namun tegangnya suasana membuat dahi beberapa orang tetap dipenuhi butir keringat. Lampu gantung kristal memancarkan cahaya terang, memantul pada meja oval panjang berlapis kaca, tempat duduk para petinggi perusahaan berjajar dengan sikap kaku. Nada duduk di salah satu sisi meja, tepat berseberangan dengan Arfa dan tak jauh dari kursi utama Surya, sang CEO sekaligus pemilik NCMG. Wajahnya tenang, tersenyum tipis seolah tidak ada yang tengah mengancam masa depannya. Di depan kursinya ada segelas air mineral yang belum ia sentuh sama sekali. Sementara Nada, hampir semua yang hadir menatapnya dengan tatapan penuh curiga. Seaka

