32

1578 Words

Bruk! Tidak kuat lagi memaksakan semuanya, Sakura bersimpuh di tengah trotoar yang ramai orang berjalan. Susah payah membungkam isaknya, namun akhirnya tetap terdengar juga. Dengan posisi berjongkok, ia menangis dengan berusaha keras meredam senggukannya, ke dalam lipatan kedua tangannya di atas dua lututnya yang tertekuk sempurna. Enggan peduli dengan orang-orang yang berlalu-lalang melewatinya, memandangnya dengan tatapan aneh. Gadis itu menangis, hingga tiba-tiba ia mendapati sepasang kaki jenjang melangkah mendekat, dan berdiri tepat di depannya. Sampai tak lama kemudian seseorang itu ikut berjongkok menyejajarkan diri dengannya. “Kak Galen?” Sakura buru-buru menyeka air matanya hingga kering, tak membekas di pipinya. Galen tersenyum. “Menurut berita yang aku tonton, sore ini diper

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD