27

2292 Words

Detik itu juga, bertepatan dengan setibanya di depan rumah, Angkasa langsung menginjak pedal remnya dalam-dalam. Bergegas dengan tergesa-gesa menuju ruang kerja papanya. Membuka semua laci yang ada satu persatu. Mengobrak-abrik segala isinya, sampai akhirnya ia berhasil menemukan apa yang dicarinya. Sebuah amplop yang tertuliskan alamat Sakura, yang ia yakini ada sesuatu di dalamnya menyangkut ini semua. Angkasa membukanya. Mengeluarkan segala isi yang ada di dalamnya. Tidak ada banyak benda. Hanya empat lembar foto yang sudah usang, yang dua di antaranya adalah foto Yuli, yang seingat Angkasa pernah ia lihat sebelumnya. Yang satu, pernah ia lihat ketika sedang dipegang oleh papanya. “Tapi, kenapa nggak Papa aja yang ketemu langsung sama Pak Domino?” “Tidak bisa. Besok Papa ada dinas L

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD