Galen membuang napas, kemudian ditatapnya Sakura yang masih saja menunduk. “Kamu ada urusan apa sama Lola, Sa?” Sakura mengangkat kepalanya. Kemudian pergi mengabaikan Galen begitu saja. Galen mengejar. Tetapi langkahnya langsung terhenti ketika tiba-tiba Sakura berhenti saat tiba-tiba Angkasa berdiri menghalau jalan gadis itu di selasar. Mereka berdua berdiri berhadapan. Tak lepas Angkasa menatap Sakura. Sedangkan Sakura terus memalingkan pandangannya ke arah lain, nampak enggan walau hanya sekedar melihat wajah Angkasa. Tanpa berbicara sepatah kata pun, Sakura berlalu memilih jalan lain. Namun baru dua-tiga langkah, buru-buru Angkasa menahan pergelangan tangan gadis itu. “Kenapa tadi berangkat duluan sebelum saya jemput?” “Mulai sekarang Kak Angkasa nggak perlu antar-jemput aku.” K

