Karena kondisi dari Ayu belum stabil, wanita itu harus dirawat beberapa hari dirumah sakit. Tak ditemani oleh siapapun, dia sendirian, meski semua biaya rumah sakit wanita itu telah dibayar lunas oleh suaminya, seorang istri pasti tak mempedulikannya, yang dia butuhkan adalah ditemani oleh sang suami, apalagi dalam kondisi tidak sehat seperti ini. Dia butuh sosok pendamping, yang siaga menemaninya kapanpun. Ayu beristirahat diranjangnya, dengan posisi yang setengah duduk, dia hanya menatap kosong kedepan televisi yang di nyalakan, namun tatapannya kosong. Dia sesekali meneteskan air mata, mengingat kehidupannya yang sangat sulit. Dia terisak tiba – tiba. Air matanya jatuh kebawah, bahunya bergetar, kedua tangannya saling bertautan meremas satu sama lain. “Jika kamu tidak memulai semuanya

