SB - Chapter 18

2112 Words

Dengan marah Valerie membuang semua barang - barang yang berada dicermin riasnya. Dia melorotkan tubuhnya dan terisak teringat pengakuan dari suaminya sendiri. Dia memukul dadanya yang sakit, sambil terisak sekali dan memeluk lututnya. Semua bayang - bayang dimana dia tersenyum dan penuh kepercayaan kepada suaminya tercetak jelas membuat dia tambah sakit. Dimana seorang istri, yang sepenuhnya percaya terhadap suaminya, dikecewakan begitu saja dengan pengakuan kejam suaminya. "Hikss hikss.. Aku tidak meminta apapun terhadap hidupku, aku tidak memintanya.. Aku hanya ingin, pernikahanku tidak akan pernah hancur.. Tapi, sekarang.. Kenapa semuanya terjadi? Kenapa Tuhan.." Valerie terus terisak mengingat dimana suaminya membela wanita itu dan membuatnya semakin rendah. Dia sudah hancur, sel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD