Kilasan kemarahan Alika dan ganasnya perempuan itu membalas teriakan Davin, bermain kembali di pelupuk matanya, bagaikan kaset yang memutar ulang rekaman kejadian buruk itu. Sebesar apa rasa cemburu istrinya sehingga bisa meruntuhkan kekuatan ibunya yang harus berakhir di ranjang rumah sakit. Kecemburuan yang membuat dirinya tersiksa dengan kelakuan buruk Alika yang diluar kendali. Siapa yang sebenarnya bersalah dalam rumah tangga mereka, dirinya atau Alika? Jika dirinya bersalah, di mana letak kesalahannya, apa yang sudah ia lakukan sehingga istrinya begitu bernafsu ingin menyakiti Vidya. "Aku tak tau di mana letak kesalahanku yang bisa membuat Alika cemburu," keluh Davin, seolah bicara pada dirinya sendiri. Arfan mendengarkan keluhan Davin seperti sebuah pembelaan diri, walaupun waj

